Kejinya…Siswi Korban Perkosaan Sang Mantan Ternyata Lebih Dulu Disiksa

Wakapolres Simalungun memaparkan kronologis kasus pemerkosaan siswi SMA oleh tiga pemuda.
Foto : Metro Siantar/JPG

Wakapolres Simalungun memaparkan kronologis kasus pemerkosaan siswi SMA oleh tiga pemuda. Foto : Metro Siantar/JPG

POJOKSUMUT.com, KASUS pemerkosaan yang dialami YG (17) warga Nagori Tiga Raja, Kecamatan Silimakuta, Simalungun, pada Jumat (29/6/2018) terus didalami pihak kepolisian.
Setelah meringkus tiga pemuda yang menodai 17, polisi juga mendapati keterangan bahwa sebelum pemerkosaan itu, mantan korban, FJS yang menjadi otak peristiwa keji ini juga melakukan kekerasan fisik dengan menendang dan memukul karena jelas korban menolak dinodai.

Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnaen Pane menjelaskan kronologis pada awalnya sekira pukul 22.00 WIB, ketiga pelaku ditambah satu orang temannya, bermain internet di warnet Saribudolok. Jadi pada saat itu, FJS yang sudah pernah pacaran dengan korban, meminjam HP milik AK untuk menghubungi korban dengan SMS, yang isinya ancaman, yakni apabila korban tidak datang menemuinya, maka pacarnya korban akan ditusuk.

“Hingga akhirnya membuat korban menemuinya di Pekan Saribudolok, sesuai dengan perjanjian pertemuan yang ditentukan oleh FJS,” ungkapnya saat temu pers kemarin di Aula Andar Siahaan Mapolres Simalungun Pematangraya didampingi Kasat Reskrim AKP Poltak YP Simbolon SIK, Kaurbin Ops Reskrim Iptu Masrianto, Kanit PPA Ipda B Lumbantobing, dan Kasubbag Humas AKP M Siburian.

“Pada saat korban tiba di tempat tersebut, dijemput oleh FJS dengan menggunakan sepedamotor. Saat dijemput tersebut, para pelaku lainnya datang, dengan alasan untuk bakar-bakar ikan digubuk milik FJS. Pada saat digubuk tersebut terjadi pertengkaran antara korban dengan FJS, karena korban dituduh selingkuh. Pada saat pertengkaran tersebut, korban sempat dipukul dan ditendang oleh FJS. Tak hanya itu, FJS membuka celananya dan berusaha membuka celana korban,” bebernya.

Setelah FJS, posisinya digantikan oleh AK dan dilanjutkan lagi oleh ZP. Dan setelah selesai, Sabtu (30/6) sekira pukul 01.00 WIB, FJS dan AK mengantarkan korban ke rumahnya. Sesampainya di rumah, korban pun menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Dan keesokkan paginya, korban pun diboyong ke Kantor Polisi untuk melaporkan kejadian yang dialami oleh anaknya.

Dijelaskan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 81 atau 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, dengan ancaman 15 tahun penjara. (adi/esa/ms/JPG/nin)



loading...

Feeds