Sepanjang 1 Juni-9 Juli 2018, Polres Tanjungbalai Ungkap 24 Kasus Narkoba

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai bersama Waka Polres beserta Kasat Narkoba dan didampingi Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai saat paparan kasus di halaman depan gedung Aula Pesat Gatra Polres Tanjungbalai, Selasa (10/7/2018).
Foto : Taufik/Pojoksumut

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai bersama Waka Polres beserta Kasat Narkoba dan didampingi Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai saat paparan kasus di halaman depan gedung Aula Pesat Gatra Polres Tanjungbalai, Selasa (10/7/2018). Foto : Taufik/Pojoksumut

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Satres Narkoba dan jajaran Polsek-Polsek di Polres Kota Tanjungbalai berhasil mengungkap 24 kasus narkotika jenis sabu-sabu, ganja dan ekstasi sepanjang 1 Juni-9 Juli 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, dalam paparan kasus di halaman depan gedung Aula Pesat Gatra Polres Tanjungbalai, Selasa (10/7/2018).

Kapolres mengatakan sepanjang bulan Juli 2018 pengungkapan kasus menurun sebanyak 3 kasus (-11%), sedangkan jumlah tersangka tetap, hanya saja jumlah barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu yang meningkat sampai lebih dari 2 ons.

Dijelaskan Kapolres, dari 24 kasus tersebut melibatkan 33 orang tersangka dengan rincian 28 orang pria dewasa, 1 perempuan dewasa dan 4 orang anak laki- laki di bawah umur. “Seluruhnya masih dalam tahap penyidikan dan pemberkasan untuk dilanjutkan ke pihak kejaksaan,” ujar kata AKBP Irfan.

Dia menambahkan klasifikasi tersangka berdasarkan usia 16-19 tahun 7 orang, 20 sampai 24 tahun 6 orang, 25 sampai 29 tahun 3 orang, di atas 30 tahun 17 orang.

“Klasifikasi tersangka berdasarkan pekerjaan nelayan 11 orang, pelajar 2 orang, buruh 7 orang, wiraswasta 8 orang, serta Pegawai Negri Sipil (PNS) 1 orang dan 4 orang pengangguran,” lanjutnya.

Sedangkan, berdasarkan status tersangka, distributor/penyalur atau pengedar 32 orang, dan konsumen atau pemakai 1 orang. Sedangkan klasifikasi berdasarkan jenis kasus, ganja 1 Kasus 2 orang tersangka, sabu-sabu 21 kasus 27 orang tersangka dan pil ekstasi 2 Kasus 4 orang tersangka.

Jumlah barang bukti Narkotika sesuai dengan jenisnya, daun ganja kering 38,85 gram. Sabu-sabu 220,78 gram dan Pil ekstasi 528 butir.

Kapolres juga menerangkan bahwa data perbandingan hasil ungkapan bulan Mei dan Juni, dimana pada bulan Juni ini jumlah laporan mengalami penurunan 3 kasus (-11%), jumlah tersangka tetap yakni 33 orang tersangka sama dangan tahun bulan lalu. Sedangkan jumlah barang bukti sabu-sabu mengalami kenaikan sebanyak 90,12 gram (+68%). ekstasi naik 513 butir (+342%) dan ganja turun 16,74 gram(-30%).

Kapolres mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh insan pers dan lembaga lapisan masyarakat atas kerjasamanya mendukung komitmen pihaknya.

“Tindak pidana dan pengungkapn penyalahgunaan dan peredaran Narkotika di Kota Tanjungbalai ini adalah merupakan prioritas yang sudah harus dan diberantas. Ada dua tindak pidana yang memang merupakan misi saya yaitu tindak pidana penyeludupan dan Narkoba yang harus diberantas di Kota Tanjungbalai ini sesuai dengan amanah tugas yang saya diemban dari Mabes Polri,” tegasnya.
“Mengingat dari data yang ada dari hasil pengungkapan ini, inilah cermin dari kota Tanjungbalai itu sendiri. Jangan sampai nanti stigma negatif yang melekat di Kota Tanjungbalai sebagai darurat Narkoba itu selamanya akan ada. Artinya kita pun berharap dari segi penegakan hukum atau represif terkait dengan penegakan hukum kasus Narkotika itu,” pungkasnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds