Enam Kepala Puskesmas Labusel yang Terjaring OTT Akhirnya Dilepas

Kantor Dinkes Labusel, lokasi terjaringnya Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Foto : Bangun Hasibuan/ Metro Asahan/JPG

Kantor Dinkes Labusel, lokasi terjaringnya Operasi Tangkap Tangan (OTT). Foto : Bangun Hasibuan/ Metro Asahan/JPG

POJOKSUMUT.com, LABUSEL-Sebanyak enam Kepala Puskesmas Pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (9/7/2018) lalu, ternyata sudah dilepas usai pemeriksaan di Polres.

“Mereka sudah kita pulangkan setelah dilakukan pemeriksaan di Polres Labuhanbatu kemarin,” ujar Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada Metro Asahan (Jawa Pos Group), Rabu (11/7/2018).

Keenam ASN yang dilepas itu di antaranya Kepala Puskesmas berinisial S, Kepala Puskesmas Tanjung Medan berinisial IS, Kepala Puskesmas Mampang berinisial ZA, Kepala Puskesmas Aek Goti berinisial NAM, Kepala Puskesmas Langgapayung berinisial YH dan Kepala Puskesmas Ulumahuam berinisial EE.

“Status mereka adalah saksi korban atas dugaan Pungli dana BOK Kemenkes,” jelasnya.

Sedangkan otak pelakunya diduga adalah oknum Bendahara Dinkes Labusel. “Sampai saat ini Tim Saber Pungli Polres Labuhan Batu masih mengejar otak pelaku pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yakni Bendahara Dinas Kesehatan Labuhan Batu Selatan berinisial S,” ujarnya.

Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) berinisial S (34), ternyata berhasil lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polres Labuhanbatu, Senin (9/7) lalu.

S yang disebut tinggal di Desa Asam Jawa, Kecamatan Cikampak, Labusel itu diduga otak pelaku pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan berhasil kabur lewat jendela di ruang kerjanya.

“Bendahara Dinkes Labusel berinisial S berhasil melarikan diri. Yang bersangkutan melompat dari jendela di dalam ruangannya. Sehingga kita tidak bisa mengejarnya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kemarin.

Perwira berpangkat tiga melati emas ini juga menambahkan bahwa pihaknya sudah memberikan surat peringatan terhadap S yang diduga sebagai pelaku pemotongan dana BPK itu. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dan belum menghadiri panggilan untuk diperiksa di Polres Labuhanbatu.

“Kami sudah berikan surat peringatan panggilan terhadap Bendahara Dinkes berinisial S. Namun yang bersangkutan belum menjawab dan belum hadir di Polres untuk diperiksa,” ujar Tatan sembari menambahkan pihaknya belum menerbitkan surat DPO terhadap oknum bendahara tersebut.

Namun ketika ditanya lebih rinci terkait pelarian S lewat jendela, oknum Humas Poldasu itu mengatakan hal itu sesuai laporan yang mereka terima. “Itu laporannya yang kita terima,” ucapnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil disita Tim Saber Pungli Polres Labusel yakni uang sebesar Rp54.550 dari Kepala Puskesmas Aek Goti, Rp35 juta dari Kepala Puskesmas Tanjung Medan, Rp34.900 ribu dari Kepala Puskesmas Mampang dan dokumen pertanggungjawaban dana BOK periode Januari sampai Maret 2018 juga dikembalikan.

“Barang bukti juga kita kembalikan. Namun kita buat tanda terimanya,” jelasnya.

Namun dijelaskan, apabila nanti bendahara Dinkes tersebut menyerahkan diri, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap keenam ASN tersebut.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Labusel melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) 6 ASN di ruang kantor bendahara di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Desa Sosopan Kotapinang, Senin (9/7/2018) Sore.

Sebanyak enam orang Aparatur Sipil Negara (ASN) diamankan. Keenam ASN tersebut terdiri dari empat Kepala Puskemas di Labusel, 1 Kepala Puskemas di Labuhanbatu dan seorang lagi Bendahara Puskesmas di Labusel. (bh/ps/ma/JPG)



loading...

Feeds