Ini Alasan Parpol Belum Daftarkan Calegnya ke KPU Medan

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Medan, Fahri,

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Medan, Fahri,

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Hampir sepekan dibuka pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) khususnya di Kota Medan, belum ada juga partai politik (parpol) yang mendaftarkan nama para calegnya yang diusung khususnya di KPU Kota Medan.

Menurut Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Medan, Fahri, banyak faktor yang menyebabkan hingga kini parpol belum menyerahkan daftar nama caleg yang diusungnya. Salah satu kemungkinan, mengenai kuota 30 persen perempuan. Untuk itu, ia pun tak menampik hingga saat ini (kemarin) partainya belum ada menyerahkan berkas.

“Kita memang belum ada mendaftarkan nama caleg ke KPU Medan. Untuk kendala tidak ada, hanya saja kuota 30 persen perempuan belum terpenuhi,” ujar Fahri, Kamis (12/7/2018).

Ia mengaku, kuota caleg perempuan yang diberikan 30 persen tinggal sedikit lagi terpenuhi. Paling tidak, dua atau tiga caleg lagi. “Saat ini sudah sekitar 12 bakal caleg perempuan yang oke untuk semua dapil (daerah pemilihan) di Kota Medan. Jadi, bila dipersentasekan maka kurang lebih 5 persen caleg perempuan belum tercapai,” sebut Fahri.

Diutarakan dia, kuota caleg perempuan ini dengan yang ditambah menjadi 30 persen sebenarnya menjadi kendala bagi pihaknya. Sebab, seperti diketahui perempuan ini masih banyak yang pikir-pikir untuk tampil dalam legislatif. “Kita harus membujuk kader perempuan kita sehingga kuota dapat terpenuhi,”

Lebih lanjut Fahri mengatakan, untuk mendaftarkan bakal caleg yang diusung juga harus meng-upload datanya melalui sistem informasi online (silon). Sebelum mendaftar atau meng-upload ke silon, harus sudah ada nomor urut caleg terlebih dahulu. “Jadi, sekarang kita belum menentukan nomor urut bakal caleg yang akan didaftarkan. Tapi, kita pasti daftar sebelum tanggal 17 Juli nanti. Sebab, kalau tidak gawat lah bakalan dicoret,” tandasnya sembari menambahkan, untuk target kursi maksimal 10 kursi optimis tercapai.

Sementara, Sekretaris DPC Hanura Kota Medan, Hendra DS tak menampik syarat kuota perempuan membuat pihaknya belum menyerahkan berkas ke KPU Medan. Pun begitu, persoalan ini sudah teratasi.

“Kuota perempuan itu kan 30 persen, dan itu memang sebelumnya belum bisa terpenuhi. Kuota tersebut merupakan syarat wajib. Akan tetapi, saat ini sudah terpenuhi,” ujarnya.

Dalam memenuhi syarat tersebut, sambung Hendra DS, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh pengurus wanita untuk ikut mendaftar sebagai caleg. “Jumlah pengurus kami 30 persennya wanita. Jadi, kami minta untuk ikut mendaftar agar kuota terpenuhi. Karena, kalau tidak terpenuhi malah enggak bisa mendaftar ke KPU Medan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Pasal 65 UU Nomor 12 tahun 2003 Tentang Pemilu mengatur pertama kali parpol peserta pemilu memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif. Sepanjang perjalanan, aturan berubah karena ada perubahan undang-undang pemilu pada 2008 dan 2012 yang mengatur lebih rinci kebijakan afirmatif.

Selain pencalonan minimal 30 persen, juga mengatur penempatan perempuan di daftar calon, yaitu setiap tiga nama paling kurang terdapat satu perempuan. Aturan itu tidak berubah di pasal 245 dan pasal 246 ayat 2 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds