Ngeri! Dituduh Punya Begu Ganjang, Diikat, Diseret, Rumah Dirusak, Motor Dibakar Warga

Rumah yang dirusak warga dan sepeda motor dibakar.
Foto : Firma Simbolon/Metro Siantar/JPG

Rumah yang dirusak warga dan sepeda motor dibakar. Foto : Firma Simbolon/Metro Siantar/JPG

POJOKSUMUT.com, SIMALUNGUN-Amuk massa mengerikan terjadi di Dusun Siatasan Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Ini menimpa Wasda Nainggolan, Rabu (11/7/2018) dini hari.

Pria yang berkunjung ke rumah Namborunya di kawasan tersebut diikat, diseret, dipukul warga hanya karena dituduh memiliki begu ganjang.

Tragisnya, tak hanya menganiaya warga Tanjung Priuk Jakarta Utara ini, massa juga membakar satu unit sepedamotor dan merusak rumah milik Mak Meri Br Nainggolan, Namboru Wasda.

Informasi dihimpun, setelah tiba Dusun Siatasan, malam sebelum kejadian, Selasa (10/7/2018) sekira pukul 23.00 WIB, Oknum Kepala Dusun berinisial JS mendatangi rumah Mak Meri. JS menanyakan siapa Wasda Nainggolan. Saat itu Wasda mengatakan bahwa yang punya rumah merupakan keluarganya yakni Namborunya.

Namun menurut cerita Wasda, JS mengatakan pemilik rumah itu menurut laporan masyarakat kepadanya, memelihara begu ganjang. Setelah bertanya, JS meninggalkan rumah korban.

Namun selang beberapa menit, massa mendatangi rumah Mak Meri mengajak pemilik rumah dan Wasda Nainggolan ke rumah marga Sitio, membicarakan isu terkait begu ganjang.

 

Kondisi bagian dalam rumah yang dirusak.
Foto : Firma Simbolon

Setelah diinterogasi warga, Wasda Nainggolan kemudian kembali pulang ke rumah Namborunya. Nahas sesampai di rumah namborunya, warga kembali datang ke rumah dan menyeret Wasda dari dalam rumah dan memukuli serta mengikatnya dengan tali.

Polisi segera datang membawa korban ke Puskesmas Dolok Panribuan guna mendapatkan pengobatan.

Kapolsek Dolok Panribuan AKP Sabar Pinem mengatakan, pihaknya sedang memeriksa saksi-saksi yakni DS (40) dan AS (24). Keduanya merupakan warga Dusun siatasan.

Sementara korban melaporkan DM (20) AM (24) dan MS (40), ketiganya juga merupakan warga Dusun Siatasan. “Namun belum kita tetapkan sebagai tersangka karena kita masih periksa saksi saksi guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sabar Pinem menambahkan, setelah mendengar adanya laporan dari masyarakat pihaknya langsung ke TKP. Dan setelah dilakukan pengecekan, pihaknya menemukan 2 unit bangunan rumah permanen serta barang-barang yang ada di rumah, dua unit sepeda motor sudah dirusak oleh warga. Pemilik rumah dan sepeda motor tersebut yakni HS dan DS.



loading...

Feeds