Wakil Ketua DPRD Medan Sebut Banjir Akibat Penyempitan Sungai

Anak-anak bermain di genangan banjir di Kawasan Medan Amplas.
foto : DOK/pojoksumut

Anak-anak bermain di genangan banjir di Kawasan Medan Amplas. foto : DOK/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Banjir yang terjadi di Jalan Dr Mansyur, Medan, pada Minggu (8/7/2018) lalu bahkan hingga Senin (9/7/2018) siang, disebut akibat dampak dari penyempitan sungai.

“Banjir yang terjadi di kawasan Jalan Dr Mansyur karena telah terjadi penyempitan sungai. Debit air yang begitu besar tidak mampu ditampung oleh sungai sehingga pada akhirnya turun ke badan jalan,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli, Kamis (12/8/2018).

Politikus Partai Golkar itu mengakui kewenangan untuk menormalisasi sungai berada di Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II. Sedangkan, normalisasi drainase merupakan kewenangan Pemko Medan atau dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum.

“Percuma drainse dinormalisasi kalau sungainya tetap seperti itu, maka banjir tetap akan terjadi jika debit air tinggi. Harusnya Pemko Medan dan BWSS II saling kordinasi dan mencari cara untuk mengatasi banjir. Tapi, sejauh ini kita lihat kordinasi keduanya lemah. Akibatnya terjadi seperti ini,” sebut Iswanda.

Anggota DPRD Medan yang akrab dipanggil Nanda ini menyatakan, kalau koordinasi baik maka normalisasi drainase di Jalan Dr Mansyur dan sekitar berjalan sesuai yang diinginkan. Sehingga, normalisasi Sungai Babura yang ada di dekatnya juga berjalan. Namun, kenyataannya tidak demikian.

“Banjir atau genangan air akan membuat aspal jalan menjadi cepat rusak. Kalau tidak segera diatasi kejadian seperti ini akan terulang kembali,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds