Warga Yakin Korban Miliki Santet, Benda-benda Mencurigakan Ini Ditemukan di Rumah

Barang-barang yang ditemukan warga dan diduga berhubungan santet di rumah korban.
Foto : Metro Siantar/JPG

Barang-barang yang ditemukan warga dan diduga berhubungan santet di rumah korban. Foto : Metro Siantar/JPG

POJOKSUMUT.com, SIMALUNGUN-Kasus dugaan kepemilikan begu ganjang yang berakhir dengan pengrusakan dan penyaniayaan terus didalami kepolisian. Saat ini, warga Dusun Siatasan masih berpendapat keluarga korban telah lama berhubungan denga santet.

Salah seorang warga bernama Marta Sihombing didampingi para warga lainnya mengatakan, menunjukkan beberapa barang yang ditemukan mereka dari rumah keluarga Daniel Sidabutar.

“Lihatlah ini pak, inilah salah satu buktinya kalau mereka itu tukang santet,” katanya, seraya menunjukkan beberapa barang berupa kain ulos, jeruk purut, sordang (pengikat kepala), kunci dililit benang benalu, daun silinjuang, pasir dan air dalam botol aqua

“Mulai dari tahun 2000 sudah ada beberapa kejadian aneh terjadi sama warga di sini. Orang sehat tiba-tiba sakit dan beberapa hari lagi sudah meninggal. Pokoknya mereka tidak boleh tinggal lagi di kampung ini, kampung kami ini harus bersih dari parbegu ganjang,” kata Marta.

Sementara itu Pangulu Nagori Siatasan Manganap Simarmata tetap mengimbau kepada warganya untuk tetap menjaga kekondusifan.

Ketika ditanyakan terkait keberadaan keluarga Daniel Sidabutar serta Wasda Nainggolan, Pangulu mengaku kurang mengetahui.

Sementara, Kapolsek Dolok Panribuan melalui Kanit Reskrim Ipda H Napitu mengatakan, hingga saat ini terlapor belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita masih terus melakukan pemeriksaan guna melakukan penyelidikan. Sudah diperiksa 6 orang, tapi belum kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya Wasda Nainggolan dianiaya oleh beberapa warga dusun Siatasan karena dituduh memelihara begu ganjang.
Keluarga Daniel Sidabutar mengaku dilarang untuk kembali kerumahnya yang sudah dirusak massa. Bahkan untuk mengambil surat-surat berharga pun, mereka tidak diperbolehkan.

Rumah Daniel dan adiknya di Dusun Siatasan, Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, dirusak massa, Rabu (11/7/2018) dini hari. Bukan hanya merusak dua unit rumah, massa yang diduga merupakan tetangga Daniel, juga membakar dua unit sepedamotor dan menganiaya ipar Daniel, Wasda Nainggolan.

“Tadi kami ke kampung tapi langung dicegat masyarakat dan kami juga didampingi polisi tapi kami dilarang. Maksud kami kembali ke rumah ingin mengambil surat-surat berharga saja, tapi tidak diperbolehkan,”kata Boru Nainggolan, istri Daniel, Kamis (12/7) di Mapolsek Dolok Panribuan.

Terpisah, beberapa warga Dusun I Nagori Siatasan bersikeras menolak keluarga Daniel Sidabutar dan adik-adiknya kembali ke kampung tepatnya di Dusun I Siatasan.

“Kami warga Dusun I Siatasan menolak pomparan Oppung Riduan Sidabutar yakni Keluarga Daniel Sidabutar istri serta adiknya, kembali kampung ini,” ucap warga yang sudah beramai-ramai berkumpul saat kru koran ini menyambangi ke lokasi didampingi Babhinkamtibmas Polsek Dolok Panribuan Iptu L Saragih. (fis/esa/ms/nt/JPG/nin)



loading...

Feeds

Aura Kasih Ngaku Gak Kuat Jalani LDR

Pojoksumut.com, Jakarta- Siapa sih yang mau jauh-jauh dari sang kekasih? Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) dengan …