Pengakuan Marco Simic Pernah Satu Tim Bersama Skuad Kroasia yang Kini Masuk Final Piala Dunia

 Marko Simic 
Foto : Chandra Satwika/Jawa Pos)

Marko Simic Foto : Chandra Satwika/Jawa Pos)

POJOKSUMUT.com, Marko Simic, striker Persija, sempat berkostum timnas Kroasia U-21 bersama Dejan Lovren, Ivan Perisic, Andrej Kramanic, Ivan Rakitic, dan Domagoj Vida.

Kini, Simic justru harus berjibaku di Liga 1 bersama Persija ketika negaranya melenggang ke final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Meski begitu, pemain berusia 30 tahun itu tetap bangga. Final Piala Dunia 2018 merupakan pencapaian tertinggi yang diraih sepak bola negaranya. Mengalahkan rekor 20 tahun lalu, tepatnya pada Piala Dunia 1998 ketika Kroasia berhasil jadi juara ketiga di turnamen empat tahunan itu.

Simic pun tidak ragu bahwa generasinya dulu di U-21 merupakan generasi emas Timnas Kroasia. Sebagian besar pemain yang menghuni skuad merupakan andalan di tim-tim besar Eropa.

Bahkan, beberapa diantaranya main di final Liga Champion Eropa hingga membawa timnya jadi juara di liga domestik masing-masing.

Karena itu, dia beserta masyarakat Kroasia sejatinya tidak heran ketika melihat tim berjuluk The Blazers tersebut tembus ke semi final. ’’Bahkan kami tidak heran juga bisa sampai ke final,’’ tuturnya.

Simic mengakui euforia ketika timnasnya tembus ke final tidak dirasakannya di Indonesia. Dia pun mengaku sulit mencari jersey Kroasia di negara yang baru tahun ini ditinggalinya tersebut.

’’Sama seperti masyarakat dunia lain, mereka kaget Kroasia masuk final. Saya tidak pernah melihat jersey Kroasia di toko-toko. Tapi sesudah masuk final mungkin akan banyak yang jual. Dan saya akan kasih teman-teman jersey satu-satu di Persija,’’ katanya lantas tertawa.

Bertemu Perancis di final dikatakannya bagai ulangan semi final pada Piala Dunia 1998. Kala itu, Kroasia memang kalah atas tim berjuluk Ayam Jantan itu.

Tapi untuk kali ini Simic memprediksi ada peluang Kroasia bisa jadi juara dunia kali pertama. ’’50:50 memang untuk kedua tim. Tapi harusnya Kroasia bisa menang,’’ terangnya.

Syaratnya, Kroasia harus memaksimalkan waktu untuk recovery dengan baik. Dibandingkan Perancis, Luka Modric dkk fisiknya lebih terkuras.

Tiga pertandingan yang dijalani sejak Babak 16 Besar sampai Semi Final harus dilalui lewat babak tambahan waktu.’’Jadi kalau lawan Perancis sebaiknya bermain open play,’’ jelasnya.

Dia yakin, pelatih Kroasia Zlatko Dalic yang juga menanganinya di Timnas U-21 lalu punya strategi jitu untuk menaklukkan Perancis. Salah satunya adalah memaksimalkan kekuatan lini tengah Kroasia.

Jika bisa mengatasi pemain-pemain seperti Paul Pogba, N’Golo Kante, dan Blaise Matuidi, dia yakin Piala Dunia 2018 kali ini akan pulang ke negara beribukota Zagreb tersebut.

Pemain yang musim lalu bermain untuk Melaka United itu sebenarnya punya 1 tiket untuk menonton final Piala Dunia 2018.

Sayang, tiket tersebut harus hangus karena dua hari usai final Persija bakal melawan Bali United (17/7) di Stadion Sultan Agung, Bantul.

’’Ya saya harus bermain lawan Bali United. Tidak bisa menonton langsung kawan-kawan saya di final,’’ ucapnya.

Walau sudah tidak lagi satu tim, Simic mengaku komunikasi dengan mantan rekan-rekannya di Timnas Kroasia U-21 masih terjalin dengan baik.

Khususnya dengan Lovren, Vida, dan Perisic. Bahkan, dengan ketiga pemain tersebut Simic sering mengadakan acara kumpul-kumpul dan bertemu di Zagreb saat liburan.

Di luar itu, komunikasi lewat jejaring sosial hampir sering dilakukan. Kebanyakan saling sharing ilmu latihan saja.

’’Kalau Lovren sering bercanda dan bilang saya seperti Christiano Ronaldo, bahkan lebih kuat,’’ kenangnya lantas tertawa.

Simic tidak memungkiri masih menyimpan mimpi bisa berseragam timnas Kroasia lagi. Bisa bermain bersama teman-temannya yang dulu pernah merasakan suka duka bersama di timnas Kroasia U-21.

’’Sudah seperti keluarga. Jadi rindu itu selalu ada,’’ ujarnya.
(rid/jpg/sdf)



loading...

Feeds

Aura Kasih Ngaku Gak Kuat Jalani LDR

Pojoksumut.com, Jakarta- Siapa sih yang mau jauh-jauh dari sang kekasih? Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) dengan …