Dicopot dari Ketua DPP Golkar Sumut, Begini Curhatan Ngogesa Sitepu

Foto : Instagram Ngogesa Sitepu

Foto : Instagram Ngogesa Sitepu

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sehari pascaberita pencopotannya dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumut menyeruak, Ngogesa Sitepu langsung bereaksi.

 

Lewat akun Instagramnya, Senin (16/7/2018), Ngogesa menjelaskan pencopotan ini adalah berkah.

 

Ya, dia dipecat kemarin dengan alasan lambatnya  mengajukan nama-nama caleg ke DPP Partai Golkar. Ahmad Doli Kurnia Tandjung ditunjuk menjadi Plt Ketua DPD Golkar Sumut,

 

“Menyikapi berita tentang Pencopotan saya dari Ketua DPD Golkar Provinsi Sumatera Utara, Saya ingin menyampaikan kepada kader Partai Golkar, bahwa bagi saya masalah ini merupakan berkah dari Allah dan banyak memberikan pelajaran dan sikap,” ungkap Ngohesa.

 

Dijabarkannya dari segi ekonomi, dia  merasa diuntungkan, meskipun tidak bisa dipungkirinya juga  merasa dirugikan dari segi politik.

 

“Sebab keputusan DPP Golkar ini menseperti mengada-ada, karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada dan seolah diciptakan kesalahan yang dibuat-buat untuk saya. Saya disalahkan atas permasalahan keterlambatan penyusunan caleg, padahal secara tahapan penyusunan caleg telah dilakukan sesuai aturan dan masih ada batas waktu,” bebernya.

 

Dia menegaskan  sudah 31 tahun bersama Partai Golkar dan  tahu betul aturan-aturan penyusunan caleg ini, begitu juga Sekjen Irham Buana Nasution yang dulunya pernah menjabat sebagai Ketua KPU Sumatera Utara Dua Periode yang sudah pasti paham betul aturan keterlambatan penyusunan caleg ini.

“Jadi masalah yang dituduhkan kepada saya tentang keterlambatan penyusunan caleg ini hanya mengada-ada.  Dan saya melihat ada kepentingan politik di dalam politik di partai ini dalam menghadapi pemilu legislatif. Meskipun secara pribadi saya merasa bersyukur atas keputusan ini, tapi secara politik saya ingin bertemu dan menjelaskan kepada ketua DPP Golkar tentang masalah ini, bukan berharap ingin membela diri dan untuk diangkat kembali menjadi ketua DPD Golkar,” tuturnya.

 

“Karena saya juga sudah tidak ingin lagi menjadi ketua DPD Golkar Sumut setelah keputusan ini. Lagi pula di partai ini saya tidak mempunyai kepentingan apa-apa, baik itu menjadi gubernur maupun calon legislatif. Tapi saya sangat menyayangkan jika permasalahan seperti ini terus terjadi di dalam partai Golkar,” lanjutnya.
“Saya pastikan Golkar akan terpuruk menghadapi pemilu yang akan datang. Kita harus ingat partai ini besar karena kader. Maka kita harus mengutamakan suara kader untuk menjaga eksistensi Partai Golkar yang kita banggakan ini. Namun demikian, saya tegaskan, saya tetap Kader Golkar apapun yang terjadi dan sampai kapanpun,” ungkapnya.

“Dan saya ingin menyampaikan kepada seluruh kader partai golkar, saya sangat berterima kasih atas doa dan dukungannya,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds