Curhatan 7 TKI Asal Sumut Selama Bekerja di Malaysia, Disiksa dan Tak Digaji


Para Tenaga Kerja Indoneisa (TKI) yang disiksa majikan di Malaysia saat tiba di Bandara KNIA.
Foto: Batara/Sumut Pos/JPG

Para Tenaga Kerja Indoneisa (TKI) yang disiksa majikan di Malaysia saat tiba di Bandara KNIA. Foto: Batara/Sumut Pos/JPG

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kisah miris kehidupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali menyeruak dari pengakuan tujuh TKI nonprosedural yang melarikan diri minta perlindungan ke kantor Kedutaan Besar Republik Indoneisa (KBRI) di Kuala Lumpur Malaysia.
Aksi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Selama bekerja di negeri jiran, ketujuhnya sering mendapatkan siksaan hingga akhirnya melarikan diri dari tempat kerjanya karena tidak tahan dipukul majikannya.

Masing-masing ketujuh TKI tersebut yakni Efa Butarbutar(32) warga Kabupaten Serdangbedagai, Rasimah (21) warga Harjosari Amplas, Ayu Wahyuni (24) warga Jalan Josua Medan, Rita Ayu (27) warga Johor Lama Stabat, Afrida Yani (32) warga Bergam Binjai, Indah Wati (34) warga Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Rotua Hutagalung (56) warga Tapanuli Tengah (Tapteng).

Disebutkan para TKI nonproserual ini, mereka rata-rata bekerja selama 1 tahun. Mereka ditempatkan sebagai pembantu rumah tangga. Padahal janji agennya tidak sebagai pembantu.

”Aku merasa tertipu diiming-iming kerja di kilang, ternyata sebagai pembantu rumah tangga,” terang Rasimah.

Ironisnya para pekerja wanita ini sering mendapat siksaan dari majikannya dengan cara dipukuli. Kemudian gaji sering telat dibayar. Dengan kondisi tersebut mereka melarikan diri ke Kedutaan Indonesia untuk minta dipulangkan.
Senada dialami Afrida. Ia tertipu oleh agen berkedok TKI karena dimasukkan secara ilegal. Di samping itu ia tidak betah bekerja karena majikanya selalu ringan tangan pada dirinya bahkan gajinya tidak dibayar.

“Siapa yang tahan dipukul, makanya saya melarikan diri ke KBRI minta perlindungan,” bebernya.

Kepala BP3TKI Medan Syahrum melalui Kordinator Pos BP3TKI Kualanamu Suyoto yang dikonfirmasi, Minggu (15/7) membenarkan pihaknya telah menampung tujuh TKI nonprosedural yang dipulangkan dari Malaysia. Mereka diangkut menggunakan pesawat Air Asia, Sabtu (14/7), penerbangan siang dan sore.

Diterangkannya, para TKI ini sesuai dengan keterangan dari KBRI semuanya nonprosedrual. Mereka di Malaysia berbagai masalah. Termasuk gaji tidak dibayar, dan mengaku sering dipukul majikan, sehingga mereka melarikan diri ke KBRI minta diperlindungan dan dipulangkan ke Tanah Air.

Dalam hal ini, dipastikan agar mereka tiba di Bandara Kualanamu setelah didata langsung dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Sekali lagi diimbau agar warga Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri hendaknya melalui jalur resmi yang sudah dibuka pemerintah.

“Sebab, dengan kondisi itu kejadian seperti ini tidak akan terjadi pada TKI di luar negeri karena dibawah pengawasan negara,” terangnya. (btr/azw/sp/JPG)



loading...

Feeds