Dinas Pariwisata Medan Kembangkan Destinasi Baru di Utara

Wisata Hutan Mangrove di Sicanang, Belawan.
Foto : http://explorewisatasumut.blogspot.com

Wisata Hutan Mangrove di Sicanang, Belawan. Foto : http://explorewisatasumut.blogspot.com

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Dinas Pariwisata Medan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk menyemarakkan dunia pariwisata di kota ketiga terbesar di Indonesia. Upaya yang dilakukan adalah mengembangkan kawasan hutan mangrove di Medan bagian Utara yang akan menjadi destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan, di Medan bagian Utara memiliki banyak hutan mangrove. Tentunya, memiliki potensi wisata untuk dapat dikembangkan menjadi daerah ecowisata.

“Kawasan hutan mangrove di Medan bagian Utara, termasuk yang ada di kawasan Kecamatan Medan Belawan, sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru,” ujarnya, Rabu (18/7/2018).

Menurut Agus, dalam pengembangan kawasan wisata di daerah tersebut tentu harus didukung pula oleh pengembangan industri wisata di bidang lain. Misalnya kuliner, hasil kerajinan tangan khas daerah setempat, juga atraksi-atraksi wisata. Bahkan, yang tidak kalah penting lagi adalah mengintegrasikan setiap potensi wisata yang ada di Medan bagian Utara ini.

“Di sana (Medan Utara) ada hutan mangrove, Situs Kutta Cinna, kota tua, Masjid Al Osmani, Danau Siombak hingga Stasiun Kereta Api Labuhan yang tertua di Sumut. Makanya, seluruh potensi ini harus dikembangkan secara integral, tidak terpisah-pisah,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya telah melakukan peninjauan di sana yang diawali di Lingkungan V Kelurahan Nelayan Indah. Di lingkungan ini,terdapat kanal atas swadaya masyarakat setempat. Kanal itu telah diperindah dengan cat berwarna-warni.

Tidak hanya kanal, pagar dan sebagian dinding rumah warga juga telah dicat warna-warni. Ada harapan kanal-kanal ini direvitalisasi sehingga dapat dilalui oleh perahu.

“Perlu sebuah kerja sama lintas instansi dalam mengembang potensi wisata kawasan Medan bagian Utara ini. Misalnya soal sarana dan prasarana yang tentunya harus disinergiskan dengan program organisasi perangkat daerah selain Dinas Pariwisata,” ucapnya.

Agus menyebutkan, potensi ecowisata mangrove di Medan Bagian Utara akan sangat bersaing dan bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan Kota Medan. Semua itu sangat tergantung pada kemampuan mengelola sumber daya dengan kreatif agar memancarkan daya tarik tersendiri.

“Daya tarik wisata itu berkaitan dengan apa yang dilihat, dialami, dan tanda kenangan wisatawan. Sentuhan kreatif terhadap elemen daya tarik itu menambah bobot pesona wisata,” sebutnya.

Oleh sebab itu, tambah Agus, tentunya akan dilakukan kajian yang lebih mendalam lagi untuk menjadikan kawasan hutan mangrove ini menjadi destinasi wisata di Medan.

Sementara, upaya pengembangan daerah wisata tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari DPRD Kota Medan. “Kita dukung upaya itu. Apalagi, nantinya mendatangan PAD bagi Kota Medan dari sektor pariwisata,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah.

Sebagai kota jasa dan perdagangan, kata Ilhamsyah, Kota Medan memang tidak memiliki spesifikasi destinasi wisata untuk menarik para wisatawan baik lokal, regional maupun manca negara. Tapi, kata Ilhamsyah, sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Kota Medan juga dikenal sebagai kota yang penuh dengan sejarah.

“Di sini itu ada situs Kota Cina, ada kota tua, ada Masjid Al Oesmani, ada Masjid Raya Al Mahsun, ada istana Tjong A Fie, Danau Siombak. Bahkan, ada pula Stasiun Kereta Api Labuan yang tertua di Sumut,” sebut Ilhamsyah.

Selain itu, lanjut Ilhamyah, Kota Medan juga disebut sebagai kota yang multikultural, dimana di dalamnya berhimpun bermacam-macam suku dan agama yang selalu berdampingan hidup rukun dan damai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Semua peninggalan sejarah dan berbagai ragam suku ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk lebih dalam mengenal Kota Medan. Belum lagi kulinernya,” ujarnya.

Hadirnya hutan mangrove sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Medan, menurut politisi asal Dapil II ini, sangat tepat sekali. Selain sebagai benteng dari abrasinya air laut, mangrove juga nantinya bisa memanjakan mata para wisatawan akan penghijauan

“Bukan hanya untuk destinasi wisata saja, mangrove juga banyak manfaatnya. Yang jelas, seluruh potensi wisata ini harus dikembangkan secara integral dan tidak terpisah-pisah,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds