Pengadaan Buku Ramadhan Siswa di Tanjungbalai Dipertanyakan

Ilustrasi sekolah

Ilustrasi sekolah

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Pengadaan buku catatan siswa/i kegiatan pribadi pada bulan suci Ramadhan atau buku insidental di Tanjungbalai mendapat kritikan dari beberapa pihak. Pasalnya, proyek tersebut diduga asal-asalan.

Informasi ini berawal saat adanya aksi demo yang dilakukan Aktivis Penggiat Sosial dan Anti Korupsi (Koalisi Bersama ANJ & KOMA PENA) Kota Tanjungbalai beberapa hari lalu.

Nazmi Hidayat Sinaga selaku Ketua Aktivis Nelayan Jayantara (ANJ) dan Koordinator Aksi mengatakaan pengadaan buku tersebut bersumber dari Dana BOS setiap sekolah tingkat Sekolah Dasar Negri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) se Kota Tanjungbalai yang dianggarkan setiap tahunnya dalam bentuk belanja habis pakai.

“Buku tersebut merupakan pengadaan yang dibeli dan dianggarkan melalui dana BOS oleh para pihak Kepala sekolah lalu diberikan kepada seluruh siswa/i untuk diisi setiap kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadhan. Ini diduga kuat terdapat  indikasi korupsi dan konspirasi kotor antara pihak Kepala Sekolah SDN dan SMPN se kota Tanjungbalai serta oknum Pejabat Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai,” ujarnya, Kamis (20/7/2018).

Dijelaskan Nazmi, bila dibandingkan dengan buku yang lain ternyata terdapat perselisihan harga yang sangat fantastis. Dimana, harga per satu unitnya hanya sekira Rp8000, sementara harga yang dianggarkan untuk satu buku ramadhan tersebut pada tahun 2018 mencapai Rp13.000 sampai Rp15.000/buku. “Pada laporan BOS, diduga selisih harga tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu dalam meraup keuntungan pribadi dengan modus dunia pendidikan,” jelas Nazmi.

Nazmi mengatakan pihaknya sudah menyerahkan laporan resmi dan tertulis beserta bukti bukti ke Tipikor Polres Tanjungbalai agar kasus ini diproses.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negri 1 Kota Tanjungbalai, Ahli Edison yang dimintai keterangan soal ini, enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Dia hanya memastikan pengadaan buku itu murni dari sekolah bukan dari dinas. “Ini tidak ada campur tangan oleh Dinas, karena kami sendiri pelaksananya,” ungkapnya.

Buku Ramadhan yang diprotes.

Sedangkan, Kepala Sekolah SMP Negri 10 Kota Tanjungbalai, Elida juga selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mengatakan buku itu setiap tahun selalu dibeli dan dibagi kepada siswa/i. “Tetapi tahun ini karena siswa/i kelas IX sudah selesai ujian makanya tidak diberikan. Harga satu unit kami beli sebesar Rp13.000, kami anggarkan dari Dana BOS. Kami tidak jual belikan pada siswa/i. Kegiatan ini merupakan kegiatan siswa dianggap dana habis pakai pada laporan pertanggungjawaban  program BOS,” jelas Elida.

Sementara itu,  Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Teluk Nibung, Muzni saat dikonfirmasi melalui telephon selulernya mengatakan mereka sengaja memulangkan buku tersebut kepada pihak ketiga, karena menurutnya kegiatan tersebut bisa diikuti maupun tidak.

“Saya pulangkan tempo hari kembali, hampir satu becak. Kegiatan itu bisa kita ikut dan bisa juga kita tolak, untuk Kecamatan Teluk Nibung satu sekolah tingkat Dasar pun yang ambil,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai,  Harizal Pasa, mengatakan “Dinas tidak ikut campur, itu kegiatan langsung pada Sekolah. Dananya di sana, belinya mereka dan anggarannya pun di sana (sekolah). Kami di Dinas hanya sifatnya pengawasan,” jelasnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds

Alfamidi Gelar Khitanan Gratis di Sibolga

Pelaksanaan khitanan ini dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sibolga bertempat di Aula Puskesmas Aek Parombuban Kota Sibolga.