Blanko E-KTP Disdukcapil Medan Sudah Ada, Pinjam Jatah Langkat 10.000 Keping

Pemberitahuan habisnya blanko di Disdukcapil Medan. Kini, stok kembali terisi setelah meminjam 10 ribu dari Langkat
Foto : fir/pojoksumut

Pemberitahuan habisnya blanko di Disdukcapil Medan. Kini, stok kembali terisi setelah meminjam 10 ribu dari Langkat Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kabar gembira bagi warga Kota Medan yang hendak melakukan pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Sebab, blanko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan yang sebelumnya kosong kini sudah tersedia stoknya.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Medan, Arpian Saragih mengaku, saat ini sudah tersedia stok sebanyak 10.000 keping yang masuk. “Alhamduillah berkat doanya sekarang sudah masuk 10.000 keping, seingat saya kemarin sore,” ujarnya, Sabtu (21/7/2018).

Disinggung 10.000 keping blanko e-KTP tersebut mencukupi sampai berapa hari, Arpian tak mengetahui pasti. Namun sambungnya, dalam sehari bisa mencetak 1.500 hingga 1.800 blanko e-KTP.

“Yang jelas bila kehabisan stok akan meminta lagi dan mengirim petugas untuk mengambil ke Jakarta. Hal itu merupakan perintah langsung dari pusat (Kemendari),” ucapnya.

Kepala Disdukcapil Medan OK Zulfi menyebutkan, bantuan 10.000 keping blanko e-KTP tersebut datang dari Kabupaten Langkat.

“Sejak Senin (16/7) lalu blanko e-KTP memang sudah habis. Tapi, kemarin sore baru masuk 10.000 dari Langkat. Jadi, sudah mulai mencetak e-KTP lagi,” kata OK Zulfi.

Diakui dia, 10.000 keping blanko e-KTP tersebut merupakan jatah Langkat. Namun, nantinya akan dikembalikan. “Namanya pinjam, nanti kalau ketersediaan blanko sudah normal akan dikembalikan lagi ke Langkat,” sebutnya.

Selain itu, Ok Zulfi menambahkan pada Senin pekan depan akan ada tambahan 2.000 blanko e-ktp lagi dari Kementerian Dalam Negeri. Sehingga total stok blanko tersedia menjadi 12.000 keping.

“Kalau jaringan normal, 12.000 itu akan bertahan 12 hari ke depan. Karena setiap hari sekitar seribu lebih e-KTP yang dicetak,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kepada masyarakat diminta agar bersabar untuk bisa memiliki e-KTP. Sebab, dengan kondisi sekarang ini masyarakat harus menunggu  berbulan-bulan untuk bisa mendapat KTP elektornik itu. Terlebih, daftar tunggu sudah terlanjur panjang. “Maksimal 3 sampai 4 bulan. Kenapa lama, karena daftar antrian yang panjang,” akunya.

OK Zulfi menuturkan, berdasarkan catatan yang dimilikinya, jumlah surat keterangan (Suket) yang telah dikeluarkan berjumlah 120.000. Namun, yang sudah diganti menjadi e-KTP ternyata baru sekitar 40.000.

“Permintaan e-KTP ini cukup tinggi, mulai dari perubahan status dari lajang menjadi menikah, remaja yang mulai berusia 17 tahun, perpindahan alamat,” akunya.

Ia menambahkan, pinjaman 10.000 blanko e-KTP dari Kabupaten Langkat dan tambahan 2.000 dari Kemendagri hanya akan bertahan dalam 12 hari kedepan. “Sehari itu bisa cetak 1.000 e-KTP. Jadi, kalau ada 12.000 blanko maka hanya bertahan 12 hari. Namun, sambil berjalan kita pikirkan cara bagaimana mendapatkan blanko tambahan,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds