Ini Alasan Organisasi PGN Tolak Ceramah Ustadz Somad di Semarang

Ustadz Abdul Somad
foto : Youtube

Ustadz Abdul Somad foto : Youtube

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Ustadz Abdul Somad kembali mendapatkan ujian dalam menjalankan dakwah. Kali ini, dia dikabarkan ditolak kedatangannya dalam sebuah acara Tabligh Akbar di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan dan Majid Jatisari BSB, Mijen.

Kedua acara tersebut masing-masing diadakan pada Senin hingga Selasa 30-31 Juli 2018 mendatang. Dan Ustadz Somad hadir sebagai narasumber.

Ini terungkap lewat beredarnya satu surat berisi penolakan dakwah ustadz kondang tersebut. Surat tersebut dibuat oleh Organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) Wilayah Jawa Tengah tertanggal 22 Juli 2018.

Pada surat tersebut, tertulis bahwa PGN menyatakan penolakannya terhadap kehadiran Abdul Somad . Abdul Somad dihadirkan sebagai narasumber.

Adapun sejumlah alasan ditolaknya kehadiran Abdul Somad. Surat itu menyebut kedatangan sang ustad berpotensi menimbulkan keresahan. Sebagaimana disebutkan dalam edaran itu, pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara itu dianggap sebagai corong dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Surat itu juga menulis bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh gerakan radikal. Yang berpotensi mendongkel Dasar Negara Pancasila dengan ideologi khilafah. Edaran ini ditembuskan ke Pangdam IV Diponegoro, Kapolrestabes Semarang, PGN Pusat dan beberapa unsur lainnya.

Surat tersebut ditandatangani Panglima Tertinggi PGN Nuril Arifin Husein. Serta Ketua PGN Jawa Tengah, Mohammad Mustofa Mahendra.

Saat dikonfirmasi, Mustofa membenarkan bahwa surat tersebut dikeluarkan oleh pihaknya. Ia pun tak menampik alasan dibuatnya edaran itu lantaran tak terlepas dari latar belakang Abdul Somad sendiri sebagaimana ia sebutkan sebagai antek HTI.

“Somad itu kan HTI, kok masih diberi ruang. Yang namanya seseorang sudah menganut ideologi, ya tetap menganut ideologi itu. Walau mulutnya bilang sudah tobat. Buktinya napi teroris di Mako Brimob masih bisa membunuh,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (25/7/2018).

Ia pun menyayangkan pihak penyelenggara acara yang lebih memilih mengundang Somad, ketimbang kiai-kiai kondang lain di Jawa Tengah. Macam Gus Yusuf, Habib Luthfi dan tokoh-tokoh NU lain.

Apalagi, Mustofa menyebut, pihaknya mendengar kabar akan adanya demo oleh sejumlah orang. Yang pada aktivitasnya salah satunya menyuarakan kebebasan ideologi Islam milik mereka.

“Ideologi Islam apa? Sudah jelas dasar negara kita itu Pancasila, dia mau bikin ideologi apa lagi? Kalau mau bikin ideologi itu kan berarti makar,” tuturnya. Oleh karenanya, disebutkannya PGN tergerak memertahankan dan memersiapkan perlawanan.

“Bapak-bapak kepolisan dan tentara tadi sudah ketemu, intinya mereka tidak mau ada tabrakan. Tapi silahkan kalau mereka mau memaksa (mengadakan acara dan mendatangkan Somad) dia jual, kita beli. Bahkan kita borong se-pabrik-pabriknya,” pungkasnya. (gul/JPC/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds