Ketika Fans PSMS Lempar Air Mineral Dibalas Sang Manajer dengan Acungkan Jari Tengah

Manajer PSMS, T Edriansyah Rendy  (tengah).
Foto : nin/pojoksumut

Manajer PSMS, T Edriansyah Rendy (tengah). Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, KEKALAHAN 1-3 PSMS Medan dari Bhayangkara FC, Jumat (3/8/2018) di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, berakhir tragis.

Pasalnya, banyak insiden memalukan yang terjadi. Mulai dari pelatih Peter Butler yang dimaki oknum suporter hingga sang manajer, Tengku Erdiansyah Rendy dilempari air mineral dan puncaknya mengacungkan jari tengah.

Ini sejatinya, puncak emosi suporter yang jengah dengan hasil PSMS yang tak kunjung keluar dari dasar klasemen Liga 1. Hingga kini, PSMS berada di buncit dengan 6 kali menang dan 13 kali kalah, plus tim dengan kekalahan terbanyak dari kontestan lainnya di Liga 1.

Pun demikian tak juga dibenarkan aksi anarkis main lempar botol air mineral ke jajaran ofisial yang juga sama-sama berjuang memikirkan tim lepas dari zona degradasi.

Nah, tindakan Rendy, sapaan manajer PSMS, mengacungkan jari tengah, sedang viral di media sosial sejak tadi malam usai laga.

Kejadian ini berawal sejak pertandingan mulai, sebagian suporter PSMS yang hadir di stadion mulai menyorakinya. Suara sumbang makin terdengar nyaring pada jeda babak kedua.

Baca Juga : Insiden Acungkan Jari Tengah ke Suporter, Ini Klarifikasi Manajer PSMS

Puncaknya saat pertandingan usai, seperti biasa, para pemain menghampiri suporter di tribun.

Dari video yang beredar di media sosial, saat pemain datang ke bawah tribun suporter nyanyian masih tertib. Tampak Legimin dkk mengangkat tangan ke atas bertepuk.

Namun, sesaat kemudian ada sosok Rendy  melintas dan langsung botol plastik air mineral menghujaninya dan diiringi kata makian.

Rendy yang tampak kesal langsung mengacungkan jarinya. Aksinya inipun langsung dibalas makian lebih keras dari dari atas tribun.

Banyak yang mengecam tindakan Rendy ini. Satu diantaranya datang dari akun Pak Baho, yang selama ini menjadi panglima SMeCK di Stadion Teladan.

Via akun Instagramnya, Pak Baho menuliskan, “Sangat disayangkan kejadian ini. Manajer PSMS acungkan jari tengah ke suporter setelah ditekuk Bhayangkara FC 3-1 di Stadion PTIK. Inilah sepak bola, sama-sama merasa benar. Dan tak mau disalahkan,” ungkapnya.

Sosok Rendy memang terbilang lain dari manajer PSMS yang pernah ada di tim. Usianya masih muda 25 tahun, dan irit bicara. Bahkan, tak sedikit suporter yang kurang mengenalnya. Sebagian hanya kenal, karena Rendy adalah putra Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Sementara aksi panas para suporter ini sudah cukup lama terjadi tepatnya sebelum Djajang Nurdjaman dipecat. Suporter hanya menyasar manajemen pengurus PSMS. Namun, entah bagaimana Peter Butler pun ikut dimaki usai laga tadi malam. Seorang oknum suporter turun dari tribun dan menemui Butler dan Reinaldo Lobo sesaat hendak ke ruang ganti. Sang suporter sempat mengatakan kata-kata tidak pantas.  (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds