Miris! Beredar Video Ibu Asal Medan Tidak Diakui Anak Kandungnya di Bali

Ibu yang ditolak anak kandungnya di Bali menangis.
Foto : Facebook Andre

Ibu yang ditolak anak kandungnya di Bali menangis. Foto : Facebook Andre

POJOKSUMUT.com, BALI-Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video tentang seorang ibu yang diduga berasal dari Medan dan terlantar di Bali, lantar ditolak sang anak untuk bertemu.

Ini dikabarkan oleh pengguna akun Facebook, Andre, Jumat (3/8/2018). Tidak hanya mengunggah foto ibu tersebut, dia juga memuat beberapa potongan video saat sang ibu menangis karena ditolak anaknya.

“Miris! Jauh-jauh dari Medan ke Bali, Ibu Ini malah tidak diakui anaknya,” tulis Andre yang juga menyebutkan nama Hendry sebagai sumber kabar ini.

Andre menulis ibu ini jauh-jauh dari Medan ke Bali hanya untuk bertemu anaknya yang akan menikah dengan seorang bule.

Tapi, sesampai di Bali sang anak malah tidak mau menemui ibunya. Mirisnya, si anak malu mengakui ibunya.

Tulis pemilik akun media sosial ini, anak yang dibesarkan dengan susah payah; dikuliahkan sampai sarjana dengan berjualan jamu keliling,

namun apa mau di ‘kata anaknya sama sekali tidak mau walau hanya sekedar berkomunikasi lewat telepon.

“Semoga ini menjadi pelajaran untuk anak perantauan. Tidak ada kesuksesan tanpa doa dari orang tua,” tulisnya.

Dari video tersebut, memang gaya bicara ibu tersebut kental dengan logat Medan.

Jika didengarkan, ada beberapa kalimat ibu tersebut yang menguak bahwa sang anak memang telah memiliki kekasih seorang bule di Bali. “Biar saja, dia lebih memilih bule itu daripada mamaknya,” ujarnya sambil menangis.

Lalu ada pengendara yang kebetulan lewat juga mencoba menenangkannya. “Mudah-mudahan jangan seperti ibu ya dek,” ujar ibu tersebut.

Unggahan ini langsung viral dan mendapat banyak tanggapan. Banyak yang mendoakan ibu ini tabah, dan tak sedikit yang menghujat anak ibu tersebut yang hingga kini belum diketahui identasnya. (rb/ken/mus/JPR/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

Alfamidi Gelar Khitanan Gratis di Sibolga

Pelaksanaan khitanan ini dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sibolga bertempat di Aula Puskesmas Aek Parombuban Kota Sibolga.