Teka-teki Identitas Mayat Pria dengan Kepala Terpisah di Kutalimbaru

Jenazah korban saat ditemukan terpisah dari kepalanya.
Foto : ist/pojoksumut

Jenazah korban saat ditemukan terpisah dari kepalanya. Foto : ist/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Hingga saat ini Polsek Kutalimbaru masih terus menyelidiki penemuan mayat pria dengan kondisi kepala terpisah di areal perladangan kebun kelapa sawit Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorube Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Minggu (5/8/2018).

“Sampai sekarang belum ada warga Desa Namorube Julu yang mengenal korban dan yang merasa kehilangan anggota keluarga,” kata Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu, Selasa (7/8/2018).

Terkait korban yang memakai sabuk lambang TNI AD, Martualesi belum bisa memastikan. Sebab, masih terus dilakukan pencarian informasi.

“Kita sudah menyebarkan nomor handphone agar keluarga yang merasa kehilangan menghubungi Polsek Kutalimbaru,” sebutnya.

Martualesi menyatakan, kemarin ada yang menghubungi pihaknya mengaku bermarga Ginting dan menyampaikan bahwa ada mertuanya yang tidak pulang sekitar dua minggu.

“Kita bilang coba cocokkan celana mertuanya nomor berapa, karena celana korban nomor 34. Mereka bilang mau cari tahu dulu, tapi sampai sekarang belum ada menghubungi kembali,” sambungnya.

Disinggung mengenai kabar adanya kabar kepala korban dibakar, Martuelasi belum bisa memastikan kebenaran hal itu. Menurutnya kalau dibakar tentu pakaiannya pasti juga akan ikut terbakar.

“Bisa jadi kan entah disiram cairan kimia korban atau bagaimana. Karena disitu tidak ada bekas pembakaran, makanya kita mengirim baju korban ke laboratorium forensik,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga di areal perladangan kebun kelapa sawit Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorube Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, digegerkan dengan adanya penemuan mayat pada Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Sumardi yang tinggal di Desa Emplasmen Kwala Mencirim Kabupaten Langkat.

Identitas mayat tersebut tidak ada ditemukan. Kondisinya sangat mengenaskan karena kepala terpisah dari tubuhnya, yang diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Korban diketahui masih menggunakan sabuk atau tali pinggang PHD lambang TNI AD. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds