Di Medan, Maxime Bouttiere Blak-blakan Cerita Soal Bullying

Maxime dan Kenny Austin berbincang dengan media di Medan di sela-sela promo Film Serendipity di Medan, Sabtu (11/8/2018).
Foto : nin/pojoksumut

Maxime dan Kenny Austin berbincang dengan media di Medan di sela-sela promo Film Serendipity di Medan, Sabtu (11/8/2018). Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Majunya teknologi ibarat pisau bermata dua bagi manusia. Satu sisi sangat membantu akses informasi dengan sangat cepat, namun sisi lainnya bisa membahayakan juga.

Pasalnya, ujaran kebencian, hoaks, bullying semakin menjadi-jadi sejak kemunculan media sosial (medsos) sebagai bagian dari teknologi itu sendiri. Kini, bullying menyerang di dunia nyata dan maya secara serentak.

Artispun tak terkecuali jadi korbannya. Seperti yang dialami Maxime Bouttiere.

Dia menjabar kasus bullying ditemuinya sejak pindah dari Bali ke Jakarta seiring dengan karir keartisannya.

“Aku tinggal di Bali, enggak pernah cerita atau terima bully dari siapapun. Walaupun pendiam atau introvet di kelas sekalipun, enggak pernah dibully. Tapi di sini (Jakarta) banyak sekali. Dari SD, SMP, banyak dan viral (kasusnya). Dan menurutku di Jakarta sering terjadi hal seperti itu. Aku merasakan hal seperti itu di Jakarta,” ungkapnya di sela-sela promo Film Serendipity di Medan, Sabtu (12/8/2018).

Pun diakuinya sejak di Jakarta, dibully atau dihujat hanya diterimanya melalui media sosial. “Via medsos, tidak langsung. Cuma komen di IG,” ujarnya.

Bahkan, pengalaman aneh pernah dialami pacar Prilly Latuconsina ini terkait haters di medsos. Dia pernah bertemu di dunia nyata namun haters tersebut malah minta foto.
“Aku tahu dia, karena sering komen kasar di IG atau nulis buat menjelekkan. Tapi pas ketemu tetap minta foto. Aku bilang, kamu yang enggak suka sama aku kan, lalu kita foto bareng,” kenangnya.

Maxime terkadang suka heran, ada oknum yang sengaja membuat page atau akun yang isinya hanya membully atau menghujat seseorang. “Kita cek akunnya, followernya cuma beberapa, nah dibuat hanya buat komen kasar aja,” lanjutnya.

“Menurut aku sekarang yang paling dipermasalahkan itu anominitas. Banyak orang yang bisa menjelekkan orang dari balik layar. Dan enggak fair buat yang kena,” tukasnya.

Pemuda berusia 25 tahun ini tidak merinci alasan mengapa memiliki haters di medsos. Namun, dia mengiyakan salah satunya tentang hubungannya dengan Prilly. Ada fans yang ingin Prilly dengan siapa, akhirnya membalas komen kasar ke Maxime.

“Iya kayak gitu. Hal-hal seperti itu. Makanya seperti itu private saja, biar kita enggak terganggu. Tapi di sisi lain, itu risiko kita sebagai artis,” ucapnya.

Pun demikian, pemeran Gandi dalam Film Serendipity ini mengaku pernah bertindak keras dengan memblok akun agar tidak berkomentas kasar lagi di postingannya. “Ada beberapa yang saya block,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …