Ini Alasan Mengapa Warga Medan Harus Nonton Film Serendipity

Maxime dan Kenny visit bioskop penayangan film Serendipity di Medan, Sabtu (11/8/2018)

Maxime dan Kenny visit bioskop penayangan film Serendipity di Medan, Sabtu (11/8/2018)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Banyaknya kasus dan korban dari aksi bullying di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana meminimalisir dengan cara masing-masing.

Bagi pekerja seni film yang mengangkat tema bullying adalah sarana untuk edukasi bagi publik tentang betapa buruknya imbas dari bullying.

Satu diantaranya adalah film berjudul Serendipity yang disadur dari novel dan diangkat ke layar lebar. Cerita juga dikemas dengan kisah romansa percintaan anak muda.

Maxime Bouttiere, peran Gibran di Serendipity menjelaskan film ini mengangkat cerita kehidupan sehari-hari campur jadi satu. “Ada romansa, konflik murid, orang tua, kisah cinta,” ujarnya di Medan, Sabtu (11/8/2018).

Maxime menjelaskan para pemain berusaha bermain senatural mungkin di film ini agar bisa sesuai ekspektasi para pembaca novelnya.

Dia menyebutkan tak banyak mengalami kesulitan mendalami karakter Gibran, seorang youtuber, anak baru di sekolah, slengekan, periang, banyak teman dan mudah bergaul. “Saya berharap, penonton suka dengan interprestasi karakter Gibran yang saya perankan. Gibran ini sungguh karakter yang sangat asyik,” jelasnya.

Dia juga menambahkan tiap school visit mempromo film ini,  akan selalu membahas bagaimana soal bully. Baginya penting untuk speak up atau berbicara ke guru atau orang tua saat menjadi korban bullying.

“Di beberapa sekolah aku selalu bilang, jangan takut speak up saat merasa diserang dan jangan merasa sendiri. Padahal bisa banyak yang bantu, cuma enggak punya keberanian untuk ngomong,” ungkapnya.

Maxime dan Kenny

Sementara itu, Kenny Austin pemeran  Arkan di film ini menambahkan saat ini Indonesia sedang dilanda krisis moral. “Dimana orang-orang bisa menyebarkan hoaks bahkan saat terjadi bencana, seperti kapal tenggelam dengan menyebarkan foto palsu. “Jadi menurut saya dimana rasa kemanusiaan kita. Dengan film ini bisa dijadikan peringatan tentang dampak hoaks, bully baik di lingkungan sekolah, universitas. Mudah-mudahan bisa jadi sebuah pencegahan,” ungkapnya.

Kepada pembully, Kenny punya pesan tegas, terutama untuk netizen yang hobi berkomentar kasar. “Ya, kalau mau bully langsung ketemu orangnya, ngomong di depan kita. Jangan jempolnya aja yang digedein,” tegasnya.

Adev, Promotion Film Serendipity menambahkan semoga film ini bisa diterima warga Medan. “Tema bullying sedang in saat ini. Media sosial jahat dan bisa memutarbalikkan fakta. Itu kenapa film ini ada, dan tonton agar kita tidak membully orang lain, dan bagaimana bereaksi saat dibully,” ungkapnya.

Film Serendipity sendiri rilis mulai 9 Agustus 2018 yang disutradarai Indra Gunawan,.

Sebelum diproduksi ke media film, Serendipity sudah berhasil mencatatkan keberhasilan. Diproduksi hingga cetakan kelima, novel karya Erisca Febriani ini atau terjual sebanyak 50 ribu eksemplar.  Ketika penerbit mengalihkan media baca berbasis aplikasi webtoon, Serendipity dibaca lebih dari 12 juta pengguna aplikasi.

Indra Gunawan sebagai sutradara menyadari bahwa menggarap film untuk remaja, juga tidak mudah. Ia harus memahami dan karakter anak muda zaman now. Begitu juga Ipang Lazuardi sebagai pelantun original soundtrack (OST) film, Mau Tahu, harus meluangkan waktu mengamati anak-anak sekolah di depan rumahnya dan melihat bagaimana anak-anak milenial jatuh hati, mengungkapkan cinta sampai harus bersedih saat patah hati. Usaha yang sangat keras, dan berhasil baik, dan bisa disaksikan melalui film dan video klip serta lagu OST tercipta.

Film Serendipity seperti kebanyakan karya yang diangkat dari novel best seller, Virgo Putra Films berharap film produksi mereka mampu memenuhi hasrat penggemarnya. “Ada banyak sisi menarik yang bisa dieksplor dari karya novel Erisca (Febriani). Dan kalau banyak adegan yang bikin terbawa perasaan (baper) karena memang memungkinkan adegan-adegan mellow dan sangat romantis bisa dibuat,” ungkap Indra Gunawan, sang sutradara.

Itu sebabnya, Indra maupun Erisca Febriani meyakini, bahwa penonton akan menemukan banyak sisi menarik dari film Serendipity. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …