POJOKSUMUT.com, MEDAN-Aksi pencurian di Komplek Perumahan Tasbi Medan terbongkar. Pelaku ditangkap Polsek Medan Sunggal dan terpaksa ditembak lantaran melarikan diri bahkan melakukan perlawanan.

Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing Rainhard Simanjuntak alias Rainhad (23) warga JaIan Darmais III Desa Medan Estate, Kecamatam Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, beserta seorang penadahnya, Bustami Ibrahim Nasution alias Bustami (44) warga JaIan Madio Santoso Kelurahan PB Darat I, Kecamatan Medan Timur.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti obeng, linggis, gunting, uang Malaysia 44 ringgit, pahat, gunting, baju, mesin las, brankas dan lainnya.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Wira Prayatna menjelaskan, awalnya pada Selasa (27/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB tersangka mendatangi rumah Hendry Wijaya (60) di Komplek Tasbi Blok N No. 97 dan melakukan pencurian. Saat itu, kebetulan rumah korban kosong karena sedang berada di luar kota.

“Tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara melompati pagar lalu merusak pintu belakang dan mencongkelnya. Setelah itu tersangka langsung masuk ke dalam rumah dan melihat ada brankas,” ungkap Wira, Selasa (3/4/2018).

Akan tetapi, tersangka tidak dapat membuka brankas sehingga memeriksa kamar. Di dalam kamar, tersangka berhasil menemukan uang ringgit dan uang receh di baju korban. Setelah itu, tersangka keluar dari rumah korban dan menuju ke samping rumah untuk membongkar rumah lainnya.

“Atas kejadian itu, korban membuat pengaduan. Dari pengaduan itu, dilakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka,” sebut Wira.

Tak berhenti sampai di situ, lanjutnya, pihaknya melakukan pengembangan dan meringkus penadahnya. “Saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti dan dugaan pelaku lainnya, tersangka Rainhad melawan sehingga kakinya terpaksa ditembak,” terang dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari hasil pengakuan tersangka ternyata sudah 10 kali melakukan pencurian di komplek rumah mewah yang berada di Medan maupun Aceh. Antara lain, Perumahan Johor Delitua pada Agustus 2017 dengan kerugian 1 buah laptop, uang Rp15.000.000

Lalu, Perumahan Johor Indah pada September 2017 mengambil 3 unit laptop. Perumahan Tasbi pada Oktober 2017 sikat 1 unit laptop dan uang recehan Rp20.000.

Kemudian, Perumahan Tasbi sekitar Oktober 2017 mencuri 1 unit laptop dan uang Rp200.000. Lalu, November 2017 mencuri 1 laptop,1 handphone dan uang Rp4.000.000. Terakhir, Perumahan Tasbi pada tanggal 28 Maret 2018.

“Tersangka dikenakan Pasal 363 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)