Meutya Hafid: Pengamalan Pancasila Dimulai dari Keluarga

Meutya Hafid saat menyampaikan materi di Percut Sei Tuan. | istimewa

Meutya Hafid saat menyampaikan materi di Percut Sei Tuan. | istimewa

POJOKSUMUT.com, PERCUT– Di usia 71 tahun Bangsa Indonesia merdeka sejak Proklamasi 17 Agusus 1945, para pendiri Negara meletakkan dasar pijakan bangsa dalam Pancasila sebagai Dasar Negara. Tentu rumusan Pancasila yang kita kenal sekarang merupakan pondasi dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila bukan sekedar simbol persatuan dan kebanggaan bangsa. Pancasila adalah acuan kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPR RI Fraksi Golkar Meutya Hafid di Kantor Kepala Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang beberapa waktu lalu dalam acara Sosialisasi Pilar Kebangasaan

yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR RI. Meutya Hafid yang merupakan salah satu pimpinan Komisi I DPR RI ini mengatakan, bahwa upaya aktualisasi pelaksanaan pancasila yang sungguh-sungguh akan sangat mendukung timbulnya berbagai perilaku yang sesuai (relevan) dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila.

Dihadapan sekitar 150 warga, mayoritas ibu-ibu yang hadir, Meutya menjelaskan bahwa untu mengamalkan Pancasila kita tidak harus menjadi aparat negara. Kita juga tidak harus menjadi tentara dan mengangkat senjata. Kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, dan masyarakat

“Penerapan nilai-nilai Pancasila tentu saja dimulai diri sendiri dan keluarga. Bagaimana menjadi teladan yang baik bagi anak, mendidik anak untuk berperilaku baik, beribadah kepada sang pencipta, saling menghargai, tenggang rasa dan bermusyawarah dalam keluarga,” ujar Meutya.

Saat ditanya kenapa begitu penting bagi orangtua khususnya ibu rumah tangga untuk mengetahui dan mengamalkan nilai yang terkadung dalam Pancasila dan pilar-pilar kebangsaan lainnya.

Politisi cantik yang dulunya reporter televisi ini menerangkan bahwa negara yang baik itu bila masyarakatnya baik, karena sistem kehidupan suatu negara digerakkan oleh masyarakat yang menjadi bagian dari negara tersebut.

Kehidupan masyarakat yang baik sangat tergantung pada kehidupan dalam setiap keluarga. Dalam sebuah keluarga tentu peran orangtua sangatlah penting, karena orangtua adalah teladan bagi anak-anaknya.

Terlebih seorang ibu yang mungkin akan punya kedekatan tersendiri kepada anak-anaknya haruslah mampu memberi pengaruh positif kepada suami dan anak-anaknya.

“Ketika orangtua mampu menanamkan kepada anak-anaknya tentang ketuhanan, perilaku sesuai norma-norma yang ada, menghargai keberagaman.

“Tidak melanggar undang-undang, persatuan dan kesatuan, bagaimana menghormati orang lain, tentu saya yakin keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang baik dan menjadi masyarakat yang baik pula.”

“Kalau masyarakat kita adalah masyarakat yang baik, tentu negara kita Indonesia akan menjadi negara yang baik”, ujar Meutya.

Selain melaksankan sosialisasi pilar-pilar kebangsaan di Desa Bandar Setia, Meutya juga bercerita tentang hal-hal terkait tugasnya sebagai anggota DPR.

Melakukan silaturrahmi dengan warga, menampung aspirasi, mengetahui kondisi yang dialami masyarakat di daerah sehingga diharapkan mampu menawarkan solusi di DPR nantinya.

(rel/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds