Terungkap! Ini Penyebab Bangunan Banyak Roboh Saat Gempa Aceh Pidie

KERJA KERAS: Relawan dari anggota TNI bekerja ekstra membersihkan bangunan masjid yang roboh akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (10/12).

KERJA KERAS: Relawan dari anggota TNI bekerja ekstra membersihkan bangunan masjid yang roboh akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (10/12).

POJOKSUMUT.com, BANDA ACEH – Banyaknya bangunan roboh pada saat terjadinya gempa di Aceh membuat pihak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) membentuk tim khusus.

Tim itu nantinya akan membantu pemerintah daerah untuk membangun kembali bangunan konstruksi yang roboh akibat gempa. Terutama di lokasi gempa paling parah, yakni di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie.

Rektor Unsyiah Samsul mengungakapkan, pembentukan tim khusus ini sebagai bentuk respons Unsyiah untuk pemulihan khususnya di Pidie Jaya.

“Kami ingin warga yang mengungsi agar cepat kembali ke rumah masing-masing. Hidup teratur dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa lagi,” kata Samsul yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Rabu (14/12).

Samsul Rizal menyebutkan dosen ahli bidang kontruksi Unsyiah menemukan beberapa kesalahan bangunan toko dan masjid yang roboh akibat gempa.

Dari laporan itu disebutkan beberapa bangunan dengan kekuatan beton sangat rendah. Selain itu, minimnya pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan menjadi salah satu banyaknya bangunan yang rata dengan tanah saat gempa.

“Hasil temuan tim kalau kita lihat ada kesalahan kontruksi toko mulai dari pemasagan besi yang salah, kemudian kontruksi masjid lebih besar dibagian atasnya, mungkin kesalahan saat perencanaan bangunannya,” sebutnya.

Atas temuan itu, Samsul meminta Pemerintah Aceh agar Unsyiah terlibat dalam pembangunan yang akan dilakukan pasca-gempa Pidie Jaya.

Unsyiah, kata Samsul, siap memberikan pelayanan ke tempat pengungsi yang mengalami musibah.

“Jadi dalam waktu dekat kami ingin menulusuri robohnya rumah-rumah. Jadi dosen dengan mahasiswa semester 6 ke atas jurusan teknik sipil teribat dalam melakukan penelusuran dan membangun kembali rumah yang rusak berat,” paparnya.

(mag-69/mai/iil/JPG/sdf)



loading...

Feeds