BPOM Medan Sebut 300 Produk Ilegal Beredar di Online Shop

ilustrasi online shop

ilustrasi online shop

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan bersikap tegas untuk memutus rantai peredaran produk ilegal dan berbahaya.

Terutama, penjualan produk via online. Mengingat, saat ini kehadiran online shop membuat pendistribusian barang ilegal seakan tidak terawasi dijual ke pasaran.

“Untuk secara online kita sudah awasi. Dan sudah 300 produk yang kita minta untuk diblokir situsnya. Ratusan produk itu ditengarai tak berizin dan berbahaya apabila dikonsumsi,” kata kepala BBPOM Medan M Alibata yang dilansir Sumut Pos (grup pojoksumut.com), Kamsi (15/12/2016).

Dikatakan Alibata, di era modern, perdagangan produk ilegal seakan tanpa batas. Untuk memutus mata rantai itu, BBPOM rutin menggelar operasi. BBPOM juga mengadakan operasi Pangea setiap tahun.

“Setiap tahun, kita juga melakukan operasi Pangea. Itu diikuti 180 negara di seluruh negara,” kata Alibata.

Untuk diketahui, operasi pangea merupakan operasi internasional yang dilakukan di bawah koordinasi Interpol, melibatkan partisipasi aktif negara anggota Interpol dengan fokus pelaksanaan memutus sistem distribusi obat ilegal melalui media internet berupa deteksi infrastruktur internet, sistem pembayaran elektronik dan tata cara pengiriman barang.

Dijelaskan Alibata, dari seluruh barang yang disita, obat tradisional yang tidak berizin termasuk paling berbahaya.

“Kepada masyarakat kita meminta agar lebih kritis dan memperhatikan bila membeli produk makanan secara online. Apalagi produk makanan atau keperluan bayi. Ini sangat membahayakan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, BBPOM memusnahkan ratusan ribu kemasan produk ilegal.

Antara lain, 30.791 kemasan jenis obat tradisional, 27.781 kemasan kosmetik dan 338.277 kemasan jenis makanan dan minuman ilegal. Keseluruhan produk itu adalah hasil pengawasan dan penindakan di 25 tempat sepanjang tahun 2016. (mag-1/SP/jpg/nin)



loading...

Feeds