Kisah Model Asal Tebingtinggi, Novi Amalia Kerap Diamankan Polisi Lantaran Depresi

Novi Amalia saat menghadiri sidang tahun 2013 lalu. Kini, dia kembali berurusan dengan polisi.
foto : Ricardo/JPNN.com

Novi Amalia saat menghadiri sidang tahun 2013 lalu. Kini, dia kembali berurusan dengan polisi. foto : Ricardo/JPNN.com

POJOKSUMUT.com, APA yang terbayang ketika menyebut nama model asal Sumut, Novi Amalia?

Depresi dan polisi. Dua hal ini sangat akrab dengan model berusia 29 tahun ini, lantaran berkali-kali ditangkap polisi dalam keadaan setengah sadar.

Beberapa waktu lalu, Novi Amalia kembali jadi pembicaraan lantaran kembali berulah.

Novi diamankan polisi karena meresahkan warga. Ini bukan kali yang pertama bikin heboh. Dia juga sempat berteriak di jalan. Namun yang paling membekas adalah saat menabrak tujuh orang di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta pada 2012 silam.

Pada Kamis (8/12/2016) sore, Novi kembali berteriak-teriak seolah tidak waras di pinggir jalan kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut Kapolsek Tebet Kompol Nurdin A Rahman, pihaknya menerima laporan adanya seorang perempuan yang berteriak-teriak tak karuan di jalanan.

Saat itu, wanita tersebut baru saja turun dari dalam taksi. Menurut Nurdin, warga sekitar yang hendak menenangkan wanita tersebut justru dimarahi.

“Ketika kami datang ke TKP, ternyata wanita yang mengamuk tersebut ialah Novi Amelia. Agar tak membuat keresahan Novi Amelia terpaksa kami amankan,” kata Nurdin kepada wartawan.

Nurdin menduga, Novi mengalami depresi sehingga mengamuk di jalanan. Saat diperiksa, polisi tak menemukan adanya indikasi penggunaan narkoba pada Novi yang saat diambil mengenakan sweater dan rok pendek.

“Di Mapolsek pun Novi terus mengamuk. Kami akhirnya menghubungi petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial DKI Jakarta,” ujarnya.

Novi kemudian ditangani pihak Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat. Saat dijumpai wartawan, Novi tampak ceria. Dengan santai, ia menceritakan bagaimana bisa berakhir di panti sosial setelah dilaporkan mengamuk.

Novi bercerita, pada Kamis (8/12/2016) dini hari, ia baru saja pulang berpesta. Namun, sesampainya di depan rumah kosnya di Jalan Tebet Timur Dalam I, Novi enggan masuk untuk beristirahat.

“Intinya teman aku nyuruh masuk ke kos, tapi aku belum mau, jadi berdebat biasa aja, tarik-tarikan,” kata Novi.

Novi merahasiakan teman indekosnya itu. Ia hanya menyatakan bahwa dirinya tak senang dipaksa pulang karena ia masih mau keluar.

Maka sejak Kamis pagi, Novi berkeliling daerah kosnya dengan taksi. “Aku inget, pokoknya tiba-tiba dari kos itu aku dibawa sama polisi,” katanya.



loading...

Feeds