Penangkapan Teroris Dituding Pengalihan Isu, Polri Jawab Begini

Densus 88, ilustrasi

Densus 88, ilustrasi

POJOKSUMUT. PENANGKAPAN teroris yang terjadi belakangan ini ditangkapan beragam oleh publik. Ada yang yakin bahwa ini bagian dari bentuk pemberantasan teroris seperti di Bekasi, namun banyak juga yang menganggap ini adalah pengalihan isu alias rekayasa.

Polri tampaknya mulai gerah dengan tudingan seperti itu. Hingga membuat konferensi pers untuk menjelaskan yang terjadi. Polisi memastikan ini bukan pengalihan isu dari kasus yang lagi hangat saat ini, seperti kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

“Bukan sebuah rekayasa, bukan pengalihan isu. Tapi, fakta kejahatan yang memang berhasil kita gagalkan,” tegas Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar saat konferensi pers di kantornya, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/12/2016) seperti dilansir Rmol (grup pojoksumut.com).

Dalam kesempatan itu, polisi juga menunjukkan sejumlah barang bukti yang diamankan saat penangkapan terhadap para terduga teroris di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (10/12/2016) sore.

Antara lain, bekas panci yang telah di discrubter (memecahkan rangkaian bom), paku-paku, triacetone triperoxide (TATP), senapan angin, amunisi berupa peluru, rice cooker, pisau, bendera bertuliskan huruf Arab dan atribut lainnya.

Dalam kasus tersebut polisi telah mengamankan sembilan terduga teroris di tempat berbeda.

Tiga di antaranya diamankan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dua lelaki NS dan AS, serta seorang perempuan DYN yang diketahui sebagai eksekutor, Sabtu (10/12/2016) sore.

Lalu, salah satu laki-laki perakit bom berinisial SY alias Abu Izzah ditangkap daerah Sabrang Kulon, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di hari yang sama.

Kemudian, terduga KF berjenis kelamin laki-laki, ditangkap di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Minggu (11/12) pagi.

Dua terduga lainnya APM, merupakan istri dari NS ditangkap di Solo Square, dan pria berinisial WP diamankan di daerah Klaten, Senin (12/12/2016) siang.

Terbaru, polisi mengamankan pasangan suami istri berinisial TS alias UA (37) dan suaminya HG di sebuah rumah kontrakan Jalan Pasuka, Indihiang, Tasikmalaya, Kamis (15/12/2016) pagi. (wid/rmol/jpg/nin)



loading...

Feeds