Perbankan Belum Bisa Dorong Ekonomi Sumut

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kinerja perbankan belakangan ini, belum mampu menjadi pendorong tren perbaikan ekonomi di Sumatera Utara (Sumut).
Terbukti, lambatnya pertumbuhan ekonomi triwulan III 2016. Perbankan Sumut juga menunjukkan perlambatan yang diindikasikan oleh indikator utama yaitu aset, dana pihak ketiga (DPK) dan kredit.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Difi A Johansyah mengatakan, pada triwulan III pertumbuhan aset dan DPK mengalami perlambatan yang signifikan dibanding triwulan sebelumnya. Sementara kredit masih tumbuh cukup baik.

“Aset perbankan tumbuh melambat dari 7,1% (yoy) pada triwulan II 2016 menjadi 3,3% (yoy). Perlambatan ini sejalan dengan perlambatan DPK maupun kredit,” kata Difi kepada wartawan, Kamis (15/12/2016).

Diutarakannya, untuk DPK perbankan di Sumatera Utara mengalami perlambatan menjadi 3,2% dari 6,2% (yoy) triwulan sebelumnya. Sama seperti aset, perlambatan DPK juga disebabkan oleh rendahnya pertumbuhan DPK perbankan konvensional, yang hanya tumbuh 2,4%, (yoy).

Meski demikian, DPK hingga triwulan III 2016 tumbuh 7,8% (ytd), lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan DPK tahun 2016 akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Dilihat dari komponennya, perlambatan DPK terutama terjadi karena terkontraksinya giro yang diperkirakan terkait dengan realisasi pembiayaan proyek menjelang akhir tahun. Giro terkontraksi dari 0,6% menjadi -2,7% (yoy),” jelas Difi.



loading...

Feeds