Polusi Udara Terparah, Pemerintah Beijing Keluarkan Red Alert

Kondisi udara di Beijing
foto : Breaking Energy

Kondisi udara di Beijing foto : Breaking Energy

POJOKSUMUT.com, KONDISI polusi udara di Tiongkok kian mengkhawatirkan. Terutama di kota-kota besar. Kemarin (15/12/2016) untuk kali pertama sepanjang tahun ini Beijing mengeluarkan kode red alert untuk kadar polusi di ibu kota Tiongkok tersebut.

Kode itu dikeluarkan saat kabut asap diperkirakan berlangsung lebih dari 72 jam.

Red alert adalah kode peringatan tertinggi. Pemerintah Beijing memperkirakan, asap yang menyelimuti wilayah mereka berlangsung hingga lima hari ke depan. Red alert juga berarti level indeks kualitas udara (AQI) mencapai 500 dalam sehari.

Padahal, batas aman yang ditetapkan WHO adalah 25. Ini bukan kali pertama Beijing mengeluarkan red alert. Desember tahun lalu, peringatan serupa pernah dikeluarkan.

Untuk menanggulangi polusi udara tersebut, pemerintah menerapkan beberapa aturan. Mulai pukul 08.00 hari ini, separo dari jumlah mobil pribadi di Beijing dilarang dipakai.

Pembatasan itu berdasar pada pelat nomor kendaraan. Pekerjaan konstruksi akan dihentikan sementara waktu. Beberapa pembangkit listrik untuk industri dan perusahaan juga dibatasi maupun dihentikan.

’’Perusahaan dan institusi publik bisa menyesuaikan waktu kerja atau meminta para pegawai bekerja dari rumah via internet,’’ tulis pengumuman di website milik pemerintah Beijing. Sekolah mulai TK, SD, hingga sekolah menengah bisa diliburkan sementara.

Kabut asap kali ini berasal dari akumulasi polusi udara di Beijing dan wilayah di sekitarnya. Misalnya, Kota Tianjin dan Provinsi Hebei, Shandong, serta Henan.

Mayoritas emisi rumah kaca di Tiongkok berasal dari pembakaran batu bara untuk listrik dan pemanas ruangan. Saat musim dingin, biasanya pembakaran lebih tinggi dan menyebabkan kepungan asap di mana-mana. (AFP/Reuters/SkyNews/sha/c7/any/JPG/nin)



loading...

Feeds