Imbas Terbakarnya Kapal Zahro Express, Kemenhub Copot Kepala KSOP

Evakuasi mayat korban kapal wisata Zahro Express dan sebanyak 20 Kantong Jenazah Dibawa Keluar dari Kapal Wisata yang Terbakar di 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

Evakuasi mayat korban kapal wisata Zahro Express dan sebanyak 20 Kantong Jenazah Dibawa Keluar dari Kapal Wisata yang Terbakar di 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Keputusan tegas diambil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang langsung mencopot Deddy Junaedi dari jabatan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke.

Ini dilakukan terkait terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia saat perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke, Jakart Utara menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Minggu (1/12/2017).

“Saya copot Kepala KSOP Muara Angke. Karena, dia telah melakukan kelalaian,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub, Antonius Tonny Budiono di kantornya, Jakarta, Senin (2/1/2017) seperti dilansir RMOL Jakarta.

Menurut Tonny, Kepala KSOP Muara Angke telah melakukan kelalaian fatal. Salah satunya perbedaan data penumpang di manifes dengan jumlah korban.

“Sebagai aparatur negara yang bertanggung jawab atas keselamatan, itu sangat fatal,” kata dia.

Meski dicopot, namun Kepala KSOP Muara Angke belum akan dipecat dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil.

“Kami copot sebagai KSOP, bukan dipecat. Kalo pecat, beda lagi. Nanti ada aturannya,” jelas Tonny.

Terbakarnya kapal Zahro Express telah menewaskan 23 orang dan belasan lainnya masih hilang. (rus/RMOL/nin)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …