Nekat! Tahun Baruan, Abang Ini Pakai Kaos Bergambar Palu Arit, Jadinya Begini…

Seorang tukang ojek Rud (40) warga RT 23 perumahan Bogenvil, kecamatan Alam Barajo, ditangkap Sabtu (31/12/2016) malam.

Seorang tukang ojek Rud (40) warga RT 23 perumahan Bogenvil, kecamatan Alam Barajo, ditangkap Sabtu (31/12/2016) malam.

POJOKSUMUT.com, JAMBI-Rud (40) terbilang nekat. Dia mengenakan kaos oblong warna merah yang di bagian depannya berlogo palu arit.

Diapun berkeliaran dengan santainya di tengah keramaian warga saat acara menyambut tahun baru di daerah lampu merah Simpang Empat Broni, persis di depan museum Provinsi Jambi.

Sayangnya, polisi yang sedari awal sudah curiga, langsung bergerak cepat. Pria berkaos palu arit itu langsung digelandang ke Polsek Telanaipura untuk dimintai keterangan.

Informasi dari kepolisian, pria tersebut berinisial Rud (40) warga Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Kepada polisi, Rud mengaku bekerja sebagai tukang ojek. Ia datang ke museum Jambi bersama istri dan kedua anaknya untuk melihat pesta kembang api pergantian tahun baru 2017.

Rud mengaku ingin melihat momen itu bersama keluarganya. Ia sudah keluar rumah sejak sekitar pukul 21.00 wib. Dari rumah, ia mengenakan baju kaos berlogo palu arit tersebut.

Dia tak pernah menyangka kaos yang ia pakai bakal membuatnya berurusan dengan aparat kepolisian. “Sayo dapat baju ini beli dari tempat Beje,” singkatnya.

Ia mengaku tak tahu menahu soal logo palu arit itu. Ia juga tak pernah tahu bahwa logo tersebut identik dengan PKI yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

“Sudah duo minggu aku beli bajunyo. Tadinyo nak nengok kembang api, pas dijalan langsung ditangkap dan dibawak ke kantor polisi,” ucapnya heran.

Polisi tak langsung percaya dengan penjelasan Rudiyanto. Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk ssoal mana kaos berlogo palu arit ini diperoleh.

Melihat warna kaosnya, menunjukkan kaos itu baru. Belum nampak kusam. Polisi dibantu TNI masih melacak apakah orang-orang yang memakai kaos berlogo palu arit ini ada hubungannya dengan jaringan teroris atau tidak. Ataukah gerakan PKI sudah mulai ada di Provinsi Jambi, polisi dan TNI masih menelusurinya.

Informasi lainnya, Wakapolresta Jambi, AKBP Sri Winugroho dan Dandim 0415/BTH, Letkol Inf Denny Noviandi langsung mendatangi Mapolsek Telanaipura, Sabtu (31/12/2016) malam begitu mendengar kabar ada pria mengenakan kaos PKI.

Dikonfirmasi, Dandim 0415/ Batanghari, Letkol Inf Denny Noviandi mengatakan sudah menerima laporan dari anggotanya terkait hal itu.

Ia pun sudah melihat dan memastikannya langsung ke Polsek Telanaipura. Namun, Dandim mengatakan kasus ini diserahkan penanganannya ke polisi. Alasannya, pelaku merupakan warga sipil yang sudah jadi kewenangan polisi untuk menanganinya.

Namun ia memastikan TNI juga akan ikut mendampingi kepolisian untuk bersama-sama menelusuri peredaran kaos palu arit yang mulai marak itu.

“Intinya, saat ini polisi lah yang memproses pelaku. Karena pelaku merupakan warga sipil. Namun kita juga tetap terus menempel bersama pihak kepolisian untuk mendalami kasusnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, Kompol Ahmad Bastari Yusuf mengatakan masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Ia juga belum bisa berpsekulasi mengenai apakah pelaku merupakan kelompok radikal atau bukan.

“Kita ambil keterangan dulu terhadap pelaku, apakah pelaku kelompok radikal atau bukan. Dan kita dalami apa maksud pelaku menggunakan kaos berlambang komunis tersebut,” katanya.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …