Simak, Pengakuan Sopir Bus ALS yang Membawa Ridwan Sitorus dari Bogor ke Medan

-Iyus Pane (45), tengah berbaju abu-abu, buron kasus perampokan di Pulomas Residence saat ditangkap aparat kepolisian

-Iyus Pane (45), tengah berbaju abu-abu, buron kasus perampokan di Pulomas Residence saat ditangkap aparat kepolisian

POJOKSUMUT.com, PENANGKAPAN Ridwan Sitorus alias Ius Pane, komplotan perampokan dan pembunuhan di Pulomas cukup mengagetkan warga Medan.

Terlebih, pria yang disebut paling sadis saat aksi di Rumah Dodi Triono ini berusaha melarikan diri ke Medan. Beruntung, pelarian pria yang juga punya nama Ius Pane ini terhenti setelah tim kepolisian meringkusnya di Pool Bus ALS Medan, Jalan SM Raja.

Ridwan Sitorus diringkus saat turun bus, Minggu (1/1/2017) sekira pukul 08.05 WIB tadi. Dia menumpangi bus ALS BK 7461 DK dengan nomor pintu 333 rute Bogor-Medan.

Selama perjalanan berhari-hari dari Bogor ke Medan, tak ada yang tahu kalau salah seorang penumpang adalah DPO termasuk sang sopir.

Sopir bus ALS, Marwan Nasution mengatakan, Ridwan berangkat dari Bogor pada Kamis (29/12/2016) sekira pukul 14.00 WIB. Di tiket tertulis nama Ridwan. Dia duduk di bangku nomor 37.

“Nggak ada curiga dan nggak tahu kalau dia itu DPO,” kata Marwan saat ditemui di Pool Bus ALS Medan, seperti dilansir dari Detik.

Marwan menjelaskan, tidak ada tingkah mencurigakan dari penumpannya tersebut. Bahkan,diakuinya dalam perjalanan Bogor-Medan, Ridwa termasuk sebagai orang yang mudah bergaul.

“Pakaiannya biasa saja. Dia ada bawa satu tas. Di dalam bus itu dia orangnya ya biasa saja, mau ngobrol,” timpalnya.

Marwan tidak mengetahui bagaimana Ridwan bisa diketahui berada dalam bus dan ditangkap tim kepolisian.

Dia mengungkapkan saat penangkapan itu, dirinya sedang ada di dalam bus.

“Saya masih di dalam bus. Tahu-tahu kernet teriak, terus dia (kernet) teriak kenapa penumpang kita ditangkap,” terangnya.

Marwan yang terkejut mencoba untuk mencari tahu peristiwa itu. Namun, pihak kepolisian tidak memberitahu.

“Saat saya cari tahu, polisi mengimbau untuk menjauh. Saya tau kalau dia itu pelaku yang dicari polisi ya dari kantor,” ungkapnya.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …