2017, Ekonomi Sumut Diprediksi Bakal Membaik

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (Sumut) memiliki ekspektasi optimis bahwa laju pertumbuhan ekonomi di Sumut akan membaik pada tahun 2017.

Target tersebut masih sangat realistis lantaran terdapat sejumlah faktor pendukung.

Faktor pemulihan pertumbuhan ekonomi Sumut tersebut dipicu lantaran harga komoditas unggulan diakhir tahun 2016 mulai merangkak naik. Kinerja ekspor komoditas unggulan itu di antaranya Crude Palm Oil (CPO), karet serta aliran dan realisasi berbagai proyek infrastruktur.

Selain itu, pendorong lainnya pertumbuhan diharapkan berasal dari perbaikan ekonomi domestik. Salah satunya, dari sektor industri jasa yang diharapkan menjadi penopang perekonomian.

Kepala Advisory Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah BI Sumut Budi Trisnanto menuturkan, perbaikan tersebut akan terjadi dengan perkiraan laju inflasi pada kisaran 4 persen plus minus 1 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan sepanjang tahun 2016.

Menurutnya, masih tingginya permintaan beberapa negara mitra dagang terhadap komoditas unggulan bakal mendongkrak perekonomian.

Seperti yang terjadi pada karet, ada wacana penyerapan dalam proyek infrastruktur sebesar 15 hingga 20 persen pada 2017. Sedangkan CPO, konsumsi biodiesel yang meningkat juga tercermin dari kontrak pengadaan.

“Harga komoditas ekspor utama seperti kelapa sawit dan karet semakin membaik. Hal ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Sumut. Namun begitu, kita berharap pasokan pangan akan kembali normal. Apalagi dengan kondisi cuaca yang kondusif dan upaya Pemprov serta Pemda memperbaiki areal tanam khususnya cabai merah,” sebut Budi, Selasa, (3/1/2017).

Meski demikian, dia menilai prediksi perbaikan pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun ini masih memiliki banyak celah kelemahan.

Setidaknya, ada empat celah yang belum dioptimalkan oleh Pemprov Sumut yakni infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), hilirisasi perkebunan, dan kriminalitas. Oleh sebab itu, jika keempat celah tersebut dapat dikembangkan dengan baik maka bisa menambah angka perekonomian.

Hal senada diutarakan Kepala BI Sumut, Difi A Johansyah. Sebelumnya, kata Difi, diyakini prospek perekonomian Sumut semakin baik. Pada 2017, ekonomi Sumut diperkirakan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen.

“Potensi membaik akan banyak bertumpu pada perbaikan ekonomi domestik, walau ditengah kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian yang tinggi. Selain itu, pembangunan infrastruktur strategis diperkirakan dapat memberikan dukungan peningkatan aktivitas ekonomi. Ditambah lagi, dengan masih kuatnya konsumsi swasta,” ungkap Difi.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …