Brakk! Bus Dilempar Kena Kaca Depan, Terbalik, 10 Penumpang Terluka

Bus yang dilempari lalu terbalik di Labura.
foto : metroasahan/jpg

Bus yang dilempari lalu terbalik di Labura. foto : metroasahan/jpg

POJOKSUMUT.com, LABURA-Aksi lempar batu seorang pengendara sepeda motor di jalan berakibat fatal.

Akibatnya, bus yang menjadi sasaran lempar terbalik dan mencelakai sedikitnya 10 penumpang bus Betahamu BK 7737 TL.

Bus tujuan Kota Pematangsiantar itu, terbalik-balik setelah kaca depannya dilempar batu saat melintas di Jalinsum Km 267-268 Desa Sei Piring, Senin (2/1/2017).

Peristiwa itu terjadi sore sekira pukul 17.00 WIB, Bus Betahamu yang sebelumnya berangkat dari Dumai tiba-tiba disalip sepedamotor Vega R saat melaju dari arah Aek Kotanopan, Labuhanbatu Utara, menuju arah Kisaran.

Sementara di saat yang hampir bersamaan datang truk dari arah berlawanan.

Untuk menghindari tabrakan, Paber Aritonang (25), sopir Bus Betahamu asal Kisaran, ini banting stir ke kiri. Setelah lolos, Paber Aritonang emosi dan membentak si pengendara sepedamotor Vega R yang saat itu berboncengan dengan rekannya.

Ternyata si pengendara sepedamotor Vega R itu tidak terima. Beberapa menit kemudian atau sekira 300 meter dari lokasi awal tepatnya di Jalinsum Km 267-268 Desa Sei Piring, Perkebunan PT PP Lonsum Gunung Melayu, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan, si pengendara sepeda motor itu berhenti dan melempar batu hingga mengenai kaca depan bus Betahamu.

Brakkk, kaca depan bus pun pecah.

Akibat lemparan batu itu, pecahan kaca bus mengenai wajah sopir dan Paber kehilangan kendali. Bus Betahamu itu pun terbalik-balik hingga dua kali. Sedikitnya 10 orang penumpang mengalami luka-luka dalam insiden itu.

Adapun para korban adalah, Hesti Andayani (25) warga Batubara dan mengalami luka di wajah dan luka sobek di tangan kanan. Aprilla (10) warga Batubara, mengalami luka Sobek di Kening

Aqno (46) warga Dumai mengalami lutut pecah, Lilis Suriani (24) dan Suyanti (40), keduanya warga Dumai yang mengalami luka ringan. Kemudian ada Tri Sugiatmi (45), Sri Rahayu (42) Riska Dewi (9) dan Sri Rahningsih (36), semuanya warga Dumai, juga mengalami luka ringan.

Sementara Paber Aritonang (supir bus) mengalami luka sobek di tangan kanannya.

Kepada koran ini, Paber menuturkan, saat itu dia merasa terkejut karena dari berlawanan arah ada truk, tapi tiba-tiba si pengendara sepedamotor itu langsung menyalip. Untuk menghindari tabrakan, dia berusaha langsung banting stir ke kiri. Lalu, ia membentak si pengendara sepedamotor tersebut; dengan mengatakan; “Woyyyy”.

“Ternyata dia tidak terima dan melempar bus kami,” ujar Paber ketika ditemui di Klinik Kesuma Bangsa, Senin (2/1/2017) sore seperti dilansir MetroAsahan (grup pojoksumut.com)

Akibat lemparan batu itu, kaca depan bus mengenai wajah Paber. Akibatnya, pandangan korban sempat terganggu dan tidak bisa mengendalikan bus.

“Akibat lemparan itu, saya tidak dapat mengendalikan stir dengan baik dan bus terguling-guling sampai dua kali,” ujarnya.

Amatan koran ini, Kanitres Polsek Pulu Raja IPTU Edi Siswoyo, didampingi Kapos Lantas Pulau Raja AIPTU Arnold Sipahutar beserta personil lainnya langsung mengevakuasi para korban ke Klinik Harapan Kita Sei Piring dan Puskesmas Pulau Rakyat. Sementara pelaku pelemparan bus melarikan diri.

Kapolsek Pulau Raja AKP Juriadi SH MH, melalui Kanitres IPTU Edi Siswoyo membenarkan kejadian itu. Sedangkan, pelaku pelemparan bus masih dikejar dan bus sudah diamankan ke Mapolsek Pulu Raja. (sof/MA/jpg/nin)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …