Mau Investasi Emas di 2017? Simak Dulu Komentar Ekonom Sumut Ini

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kondisi iklim investasi emas pada tahun 2017 diprediksi belum menjanjikan.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, harga emas masih terpuruk sementara rupiah mulai menguat terhadap mata uang US Dolar. Kombinasi keduanya menekan kinerja harga logam mulia yang saat ini berkutat di angka Rp500 ribuan per gramnya.

“Harga emas kita saat ini sudah terkoreksi sekitar Rp18.000 per gram dibandingkan posisi satu hingga dua minggu kemarin. Ditambah lagi, pelemahan harga emas dunia,” ujarnya.

Diutarakan Gunawan, ada peluang di mana harga emas sangat berpotensi mengalami koreksi seiring dengan kemungkinan bahwa The FED (bank sentral Amerika Serikat) akan menaikkan suku bunga acuannya. Secara keseluruhan emas masih kalah menarik dibandingkan dengan US Dolar.

Walau demikian, memang bukan seterusnya harga emas akan terpuruk dalam jangka panjang. Tetap dalam momen tertentu harga emas memiliki peluang untuk kembali mengalami kenaikan (rebound).

Namun, jika Donal Trump, presiden AS terpilih benar-benar merealisasikan semua janji kampanyenya maka harga emas berpeluang turun dalam jangka panjang.

“Meskipun pelaku pasar juga tidak begitu yakin 100 persen semua janji kampanye Trump direalisasikan, namun secara keseluruhan emas tetap memiliki peluang untuk membentuk tren turun. Akan tetapi, kenaikan harga emas tetap berpeluang terjadi meski dalam volatilitas jangka pendek semata. Hal inilah yang menjadi sinyalemen kuat di mana emas belum menarik diinvestasikan dalam jangka panjang,” sebut Gunawan.

Untuk itu, kata pengamat ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut ini, masyarakat sebaiknya bijak jika ingin berinvestasi di emas.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …