Isak Tangis Sambut Sembilan Jenazah Insiden Mobil Masuk Kolam di Dairi

Kesembilan korban tewas akibat mobil masuk kolam di Sidikalang tiba di rumah duka.
foto : Metrosiantargrup/jpg

Kesembilan korban tewas akibat mobil masuk kolam di Sidikalang tiba di rumah duka. foto : Metrosiantargrup/jpg

POJOKSUMUT.com, DAIRI-Tangisan pecah saat ambulans dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dairi membawa jenazah sembilan penumpang tewas dari insiden mobil masuk kolam di Sidikalang.

Keluarga Darwin Banjarnahor dan warga sekitar rumahnya tak bisa menahan tangis begitu kabar kecelakaan tepatnya di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, sampai kepada mereka.

Dan, pada Selasa (3/1/2017) pukul 05.00 WIB, jerit histeris pecah di dusun itu, ketika sirene mobil ambulans yang mengantarkan 9 korban tewas sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Seluruh korban tewas tersebut adalah warga Medan yang hendak pulang kampung ke Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja, Humbang Hasundutan (Humbahas).

Kesembilan korban merupakan keluarga Darwin Banjarnahor. Iring-iringan mobil jenazah itu pun disambut isak tangis keluarga dan tetangga. Pantauan koran ini, tangis histeris keluarga dan warga semakin kuat saat sembilan jasad korban dikeluarkan dari ambulans.

Tangisan Darwin dan keluarga tak juga reda meski sejumlah kerabat berusaha menghibur.

Bahkan, tangisan Darwin malah membuat warga yang berusaha menghibur itu turut menangis. Darwin bahkan nyaris pingsan saat jasad anggota keluarganya itu dikeluarkan secara perlahan dari mobil. Namun dia langsung dipapah kerabatnya.

Ai Nabohado on Oppung. Tuhan, posi ma on” (apa ini, Oppung. Tuhan, ngeri kali ini),” jerit Darwin dalam tangisnya sembari berjalan ke rumah.

Darwin kembali ‘roboh’, kemudian digotong lagi oleh kerabatnya.

Setelah jenazah disemayamkan di rumah duka, Darwin langsung mendekat dan memeluk jenazah itu satu per satu.

Aha dosakku, Tuhan (Apa dosaku Tuhan)?” ujarnya sembari merangkul setiap jenazah tersebut.

Tak hanya Darwin yang pingsan, sejumlah kerabat lainnya juga turut pingsan meratapi peristiwa yang terjadi.

“Borhat ma hamu hape, tinggal ma hami, lungun nai on. Ikkon sahali lao ma hamu (Sekali berangkatnya rupanya kalian meninggalkan kami. Sedih kali ini),” ujar anggota keluarga lainnya dalam tangisannya.

Sementara, salah seorang kerabat korban mengatakan, kesembilan korban akan dimakamkan satu liang di pemakaman keluarga mereka.

“Rencana mereka akan dimakamkan satu liang. Hanya saja, masih ada anggota keluarga lain yang masih ditunggu yang kemudian akan dirundingkan kembali,” ujar pria tersebut.

Informasi dihimpun, sebelum peristiwa maut itu, rencananya rombongan keluarga ini datang dari Medan mau ke Doloksanggul untuk pulang kampung, berhubung masih dalam suasana Tahun Baru, Senin (2/1/2017) sekira pukul 16.15 WIB.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …