Lima Pemuda Diduga Pemerkosa Siswi SMA Siantar Masuk DPO

Korban usai menjalani visum.
Foto : DHEV FRETES BAKKARA/METRO SIANTAR/JPG

Korban usai menjalani visum. Foto : DHEV FRETES BAKKARA/METRO SIANTAR/JPG

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Kepolisian Pematangsiantar terus menyelidiki kasus dugaan perkosaan oleh delapan pemuda yang dialami S (15), siswi SMA di Kota Siantar.
Saat ini, polisi telah menetapkan lima pemuda masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), sementara tiga lainnya telah ditangkap, satu dipulangkan karena masih di bawah umur.

Seperti diketahui, ketiga tersangka yang sudah ditangkap adalah RIS (20), JS (18) dan AG (15). Hanya saja karena masih di bawah umur, penahanan AG kemudian ditangguhkan dan ia berstatus wajib lapor.

Lima tersangka lain masih terus diburon adalah adalah SS (19), MS (19), JM (21), Ap (17) dan Oo (17).

Sementara itu, pada Selasa (3/1/2017), S kembali melakukan visum untuk memastikan luka di bagian luar tubuhnya akibat penganiayaan yang dialami dari para pelaku.
“Memang sekira pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dilakukan visum ulang terhadap korban. Visum ulang itu untuk memastikan luka luar, seperti bekas sulutan rokok yang diduga dilakukan para pelaku. Dan hasilnya, ada ditemukan bekas luka-luka sulutan rokok,” ujar Ha, orang tua angkat korban kepada koran ini, kemarin.

Dijelaskannya, sebelumnya pada Selasa (27/12/2016) lalu, juga telah dilakukan visum terhadap korban. Namun saat itu visum yang dilakukan adalah visum dalam.

“Kalau yang hari itu hanya visum bagian dalam saja. Saat dilakukan visum ulang tadi, kita didampingi petugas kepolisian kok,” katanya.

Ia menuturkan, kondisi korban saat ini masih trauma. Namun memang sudah ada perkembangan yang dialami korban.

“Sejak ditangani psikolog selama tiga hari berturut-turut, sudah ada perkembanganlah. Kini korban sudah bisa diajak bicara. Keluhan korban saat ini, bagian dalamnya sering berdeyut dan pahanya tidak bisa dirapatkan. Jika dirapatkan, korban merasa sakit. Banyak ditemukan bekas bakar percikan rokok berwarna hitam di paha korban,” ungkap mantan guru ini.

Ha menuturkan, keluarga berharap polisi bisa secepatnya menangkap lima pelaku lain yang belum tertangkap.

Ketika disinggung apakah pihak sekolah sudah datang menjenguk korban, Ha mengakui bahwa guru bernama Rudi, merupakan guru olahraga di sekolah korban, telah datang menjenguk.

Ditambah Ha, sesuai pengakuan yang didengarnya, korban dan SS (salah satu pelaku) ternyata tidak berpacaran. Keduanya hanya sebatas teman satu sekolah.

“Selama tinggal bersama kita, korban tidak pernah keluar rumah. Jika pulang sekolah, korban selalu tepat waktu. Korban anaknya ini lugu. Kalau dia terlambat pulang sekolah, saya pasti meneleponi gurunya. Saya kan mantan guru di sana, makanya semua guru di sekolah itu saya kenal,” terangnya.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …