Ramadhan Pohan Didakwa Melakukan Penipuan Rp15,3 Miliar

Ramadhan Pohan

Ramadhan Pohan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Mantan calon wali kota Medan, Ramadhan Pohan menjalani sidang perdana atas perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp15,3 miliar.

Dakwaan itu disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Sabarita Siahaan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/1/2017).

Dalam surat dakwaannya Sabarita menyebutkan, selain Ramadhan Pohan pihaknya juga mendakwa Savita Linda Hora Panjaitan.

Dia menyebutkan, Ramadhan Pohan yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat itu telah melakukan penipuan atau menggelapkan dengan kerugian korban mencapai Rp10,8 miliar milik Rotua Hotnida Simanjuntak.

Selain itu juga ada dana Rp4,5 miliar dari Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar.

“Kedua terdakwa (Ramadhan dan Linda) kita jerat dengan primair Pasal 378 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 KUHPidana. Subsidairnya, Pasal 372 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 KUHPidana,” ucap Sabarita di ruang Cakra IV PN Medan sebagaimana dilansir Sumut Pos (grup pojoksumut.com), Rabu (4/1/2017).

Dia menjelaskan, kasus ini bermula saat Linda mengenalkan Ramadhan Pohan dan istrinya Asti Riefa Dwiyandani kepada Rotua Hotnida Simanjuntak dan suaminya Timbang Sianipar, pada 2 September 2015.

Kemudian, pada 10 September 2015, Linda kembali mengajak Rotua menjumpai Ramadhan di Restoran Traders. Di perjalanan dia meyakinkan perempuan itu untuk memberikan pinjaman Rp 3 miliar kepada Ramadhan.

Saat Rotua menanyakan jaminan, Linda mengatakan, kalau uang Ramadhan Pohan banyak. Pendek cerita, Rotua percaya. Bukan sekali, Ramadhan dipinjami uang beberapa kali hingga totalnya mencapai Rp10,8 miliar.

Kemudian, pada 8 Desember 2014 sore atau sehari menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Medan, 9 Desember 2015, Ramadhan kembali meminta tambahan pinjaman.

Namun, karena Rotua tak lagi memiliki cukup uang, dana yang dipinjam milik putranya, Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar.

Ramadhan berjanji mengembalikan uang Rp 4,5 miliar itu dalam waktu seminggu dengan imbalan uang Rp 400 juta. Sebagai jaminan, dia menyerahkan cek kontan senilai Rp4,5 miliar.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …